Yogyakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan talenta di sektor keuangan melalui program riset, magang, beasiswa, serta dukungan infrastruktur pendidikan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada Desember 2025. Ia menyampaikan harapan agar literasi keuangan dapat ditingkatkan, termasuk kemungkinan menghadirkan perkuliahan khusus terkait penjaminan simpanan, perbankan, maupun resolusi asuransi.
Anggito menjelaskan, kolaborasi dengan UGM merupakan bagian dari program LPS yang dijalankan bersama 12 perguruan tinggi di Indonesia. Program itu diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan tugas dan fungsi LPS, dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri di berbagai daerah.
Menurut dia, bentuk dukungan dalam kerja sama tersebut mencakup hal-hal yang menunjang proses belajar mengajar maupun kegiatan yang berkaitan langsung dengan LPS. LPS juga berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih memadai mengenai sektor keuangan dan tertarik berkarier di lembaga tersebut.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Danang Sri Hadmoko mengatakan kerja sama dengan LPS memberikan manfaat nyata bagi penguatan sarana pembelajaran di kampus. Salah satu dukungan yang diberikan adalah 60 unit komputer untuk Sekolah Vokasi UGM.
Selain infrastruktur, Danang menyebut kerja sama juga mencakup program magang, beasiswa, dan riset yang dinilai penting untuk menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, khususnya di sektor keuangan.

