Pasar modal syariah Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pertumbuhan terlihat dari bertambahnya jumlah investor, meningkatnya aktivitas transaksi, hingga penguatan indeks saham syariah.
Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menyampaikan jumlah investor syariah mencapai 217.157 investor atau tumbuh 28% secara tahunan (year on year/YoY). Ia menyebut capaian tersebut menjadi penambahan tertinggi dalam 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia sejak 2011, dengan hampir 50 ribu investor syariah baru pada 2025.
Dari sisi keaktifan, jumlah investor syariah aktif tercatat 43.135 investor, meningkat 34% YoY. Menurut Irwan, kenaikan ini menunjukkan investor tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga semakin terlibat dalam transaksi. Ia menambahkan, pertumbuhan investor aktif menjadi indikator penting karena mencerminkan meningkatnya engagement terhadap produk pasar modal syariah, yang turut didukung digitalisasi layanan investasi.
Irwan juga menyampaikan generasi muda menjadi kontributor utama kenaikan jumlah investor syariah seiring meningkatnya kesadaran untuk berinvestasi secara halal dan berkelanjutan.
Aktivitas perdagangan investor syariah turut meningkat tajam. Nilai transaksi mencapai Rp 11,2 triliun atau melonjak 104% dibandingkan tahun sebelumnya. Frekuensi transaksi tercatat 30,6 miliar saham, tumbuh 103% YoY, sementara volume transaksi mencapai 2,7 juta kali transaksi atau naik 50% secara tahunan.
Menurut Irwan, peningkatan transaksi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar modal syariah semakin kuat. Investor dinilai semakin memahami strategi investasi dan mulai menempatkan saham syariah sebagai bagian dari portofolio utama.
Dari sisi kinerja indeks, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berada di level 308,607 atau naik 43% YoY. Irwan menyebut kenaikan ISSI pada 2025 melampaui lima indeks syariah global lain yang kerap dijadikan rujukan di Islamic Finance.
BEI juga mencatat jumlah saham syariah yang tercatat mencapai 631 saham atau meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kapitalisasi pasar saham syariah tercatat Rp 8.972 triliun, tumbuh 31% YoY.

