JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menilai dinamika geopolitik akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berpotensi berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Yoga saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII DPN Peradah Indonesia yang digelar di Rawamangun, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Isyana Bagoes Oka.
“Tentu suka tidak suka, situasi ini akan berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia,” kata Yoga.
Meski demikian, Yoga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto mampu menangani dampak krisis yang tengah terjadi. Ia menyoroti langkah Prabowo dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara sebagai modal penting untuk menghadapi situasi global yang penuh tantangan.
“Kita melihat bagaimana beliau terus membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara. Bagi kami, langkah diplomasi tersebut menjadi modal yang sangat kuat untuk membawa Indonesia melewati masa-masa penuh tantangan akibat situasi global saat ini,” ujarnya.
Selain diplomasi, Yoga juga menilai sejumlah program strategis pemerintah, seperti ketahanan pangan dan stimulus ekonomi, dapat memperkuat kesiapan nasional dalam menghadapi tekanan ekonomi. Ia menegaskan Peradah siap mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan program lainnya.
Yoga mengakui bahwa berbagai program tersebut tidak lepas dari kritik. Namun, ia menilai kritik merupakan hal wajar dalam negara demokrasi.
“Akan tetapi, selama program itu ditujukan untuk kepentingan rakyat kecil, maka program tersebut harus terus dijalankan. Tentu saja evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran,” kata Yoga.

