BERITA TERKINI
Perang AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Keuangan Negara Teluk, Arus Investasi Global Terancam Terganggu

Perang AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Keuangan Negara Teluk, Arus Investasi Global Terancam Terganggu

JAKARTA – Eskalasi perang Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran dinilai tidak hanya berpotensi memicu gejolak politik di Timur Tengah, tetapi juga membawa risiko lanjutan bagi ekonomi global. Dampak yang dikhawatirkan mencakup tekanan terhadap harga energi dunia, serta gangguan pada arus investasi dan perdagangan internasional.

Dalam konflik di Timur Tengah tersebut, dilaporkan ribuan orang meninggal dunia. Korban disebutkan mayoritas berasal dari Iran dan Lebanon.

Di tengah ketegangan yang meningkat, negara-negara kaya minyak di kawasan Teluk dikabarkan mempertimbangkan untuk meninjau kembali investasi besar mereka di luar negeri. Langkah itu disebut untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.

Laporan Financial Times yang dikutip Sabtu (7/3/2026) menyebut perang yang kian membara berpotensi menekan kondisi keuangan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Konflik militer yang berkepanjangan dinilai dapat meningkatkan pengeluaran negara, terutama untuk sektor pertahanan dan keamanan. Selain itu, gangguan terhadap jalur perdagangan dan energi di Timur Tengah juga berpotensi memengaruhi penerimaan negara dari sektor minyak dan gas.

Sejumlah analis memperingatkan, jika perang berlangsung lama, negara-negara Teluk bisa menghadapi tekanan pada anggaran negara meski memiliki cadangan kekayaan yang besar melalui dana kekayaan negara (sovereign wealth funds).

Dalam dua dekade terakhir, negara-negara Teluk telah menjadi investor global utama dengan nilai investasi yang disebut mencapai triliunan dolar. Karena itu, setiap peninjauan ulang terhadap penempatan dana mereka dinilai berpotensi menambah ketidakpastian bagi pasar dan perekonomian global.