Peringatan Panglima TNI mengenai potensi dampak konflik global dinilai tidak hanya berkaitan dengan sektor pertahanan, tetapi juga berimplikasi pada stabilitas ekonomi nasional. Dalam kondisi ekonomi yang semakin terintegrasi, gejolak geopolitik dapat menyebar dengan cepat ke berbagai indikator ekonomi.
Dampak tersebut berpotensi menjalar ke pasar energi, nilai tukar, serta arus modal. Perubahan di sektor-sektor ini pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja dan stabilitas sektor perbankan.
Perbankan, sebagai tulang punggung intermediasi keuangan, berada di posisi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Karena itu, penguatan manajemen risiko, ketahanan likuiditas, serta koordinasi kebijakan antara regulator dan pemerintah dipandang krusial agar sistem keuangan Indonesia tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.

