BERITA TERKINI
Pusdatin Kementerian ESDM Siapkan Layanan Data Hulu Migas untuk Investor

Pusdatin Kementerian ESDM Siapkan Layanan Data Hulu Migas untuk Investor

Jakarta—Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan layanan pengelolaan dan penyediaan data hulu minyak dan gas bumi (migas) bagi pihak yang membutuhkan, termasuk investor. Data yang tersedia berasal dari hasil seismik dan studi yang telah dilakukan Kementerian ESDM.

Kepala Pusdatin Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan, Pusdatin mendukung keterbukaan data melalui Migas Data Repositori yang dibangun untuk melayani kebutuhan pengelolaan dan penyediaan data hulu migas. Ia menyebut sejumlah pihak yang menjadi pengguna data dari Pusdatin, antara lain kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) serta perusahaan seperti PGS, TGS, Schlumberger, POSCO, Jadestone, Eksindo, dan Mitra Multi Karya.

Di sisi lain, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin menyampaikan bahwa perusahaan migas non-konvensional asal Houston, Amerika Serikat, EOG Resources, pada 12 Agustus 2020 secara resmi mengajukan keanggotaan data migas Indonesia. Menurut Jaffee, masuknya minat investor baru tersebut menunjukkan potensi migas Indonesia masih dinilai menarik.

Jaffee menjelaskan, upaya SKK Migas menarik calon investor kelas dunia dilakukan sejak 2019 melalui roadshow ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, untuk mempromosikan data potensi migas Indonesia. Ia menambahkan, EOG Resources merespons positif kegiatan tersebut. Perusahaan itu tercatat berada di peringkat 186 Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456 ribu barrel oil per day (BOPD), natural gas liquids 134 ribu barrel per day (BPD), serta gas 1.366 MMscfd.

Pada Juli 2019, perwakilan tim EOG Resources disebut melakukan kunjungan ke SKK Migas selama dua minggu untuk membahas langkah-langkah yang akan dilakukan sebelum memutuskan investasi di Indonesia.

Jaffee juga menyatakan bahwa sejak tahun lalu hingga Desember, EOG Resources bersama SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas, dan Pusdatin Kementerian ESDM telah melakukan quick look regional studies unconventional. Dari kegiatan tersebut, mereka menemukan indikasi awal yang dinilai baik terkait potensi migas non-konvensional di Indonesia.