Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menyatakan keuangan syariah dan sektor riil akan tumbuh berdampingan serta saling menguatkan. Menurutnya, penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak dapat dipisahkan dari penguatan aktivitas ekonomi riil di masyarakat.
“Penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor riil karena sebenarnya di kegiatan itulah keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan antara aktivitas ekonomi riil baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif yang lain-lainnya yang ada di masyarakat,” kata Ferry dalam agenda Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Jakarta, Kamis.
Ferry juga menilai pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diperluas hingga ke tingkat desa. Dalam konteks itu, ia menyinggung keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (kopdes) Merah Putih yang disebut telah memiliki puluhan ribu bangunan fisik, gudang, gerai, serta perlengkapan pendukung. Ia berharap koperasi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan literasi dan penguatan sektor riil yang didorong MES.
Dengan pendekatan terintegrasi antara literasi, inklusi pembiayaan, dan penguatan sektor riil, Ferry menyatakan optimisme bahwa kopdes dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan rencana untuk memprioritaskan produk-produk UMKM daerah mengisi gerai-gerai koperasi desa, mengingat salah satu aktivitas koperasi tersebut adalah ritel yang akan dikelola secara modern. “Kalau perlu kami prioritaskan seluruh produk-produk UMKM yang ada di daerah-daerah akan kita prioritaskan untuk mengisi gerai-gerai yang ada di koperasi-koperasi desa,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ferry mengatakan kementeriannya akan mendorong program kurasi, inkubasi, dan pembiayaan bagi produk UMKM. Ia menambahkan, pembukaan akses penjualan melalui gerai koperasi desa diharapkan membantu produk lokal yang sebelumnya kesulitan masuk ke jaringan ritel.
“Banyak produk-produk yang sebenarnya sangat baik yang ada di daerah-daerah yang kalau kemarin agak kesulitan masuk jual ke retail-retail, sekarang kita buka kesempatannya akan kita prioritaskan bagi produk-produk lokal yang ada,” kata Ferry.