Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong peningkatan lifting migas nasional pada 2021. Target lifting yang ditetapkan pada tahun tersebut adalah 705 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 5.638 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
SKK Migas menyebut, program kerja yang disepakati bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 2021 lebih banyak dibandingkan 2020. Salah satu indikatornya adalah rencana pengeboran sumur pengembangan sebanyak 616 sumur, atau meningkat 144% dibandingkan realisasi pengeboran pada 2020.
Dalam rencana tersebut, SKK Migas memaparkan empat strategi utama. Strategi pertama adalah mempertahankan produksi dasar melalui pelaksanaan dan penyelesaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2021 tepat waktu dan tepat anggaran. Program yang disiapkan meliputi pengeboran 616 sumur pengembangan, 615 kegiatan kerja ulang (workover), 25.431 perawatan sumur, serta reaktivasi 200 sumur nonaktif. SKK Migas juga menekankan pengamanan investasi awal di Wilayah Kerja Rokan, pelaksanaan program “Filling The Gap”, serta pengamanan program pengeboran untuk 2022 minimal 600 sumur. Optimalisasi dan peningkatan produksi juga akan dilakukan melalui manajemen penghentian operasi, optimasi fasilitas lapangan, dan aliansi strategis dengan prinsip kinerja “tidak ada pembayaran tanpa peningkatan produksi”.
SKK Migas menyatakan aktivitas pengeboran eksploitasi akan terus ditingkatkan dengan target di atas 1.000 sumur per tahun. Sejalan dengan itu, kegiatan workover dan well services juga direncanakan meningkat mengikuti kenaikan aktivitas pengeboran.
Strategi kedua adalah transformasi cadangan menjadi produksi (Reserve to Production/R-to-P). Langkah ini mencakup percepatan monetisasi penemuan minyak dan gas yang belum dikembangkan melalui Plan of Development (POD) dengan target lebih dari 100% volume RRR, serta memaksimalkan pemulihan keekonomian (Maximizing Economic Recovery/MER) melalui optimalisasi lapangan dan pembahasan lanjutan pengembangan, termasuk ruang untuk insentif dan diskusi yang fleksibel, dengan target lebih dari 100 juta barel setara minyak (MMBOE). SKK Migas juga menargetkan manajemen proyek bertaraf internasional dengan pelaksanaan tepat waktu dan tepat anggaran.
Dalam strategi komersialisasi gas berbasis MER, SKK Migas mencatat terdapat 198 program optimasi atau rencana pengembangan lapangan. Sebanyak 29 POD/OPL/OPLL telah memperoleh persetujuan pada 2020, sementara lebih dari 30 POD/OPL/OPLL ditargetkan untuk rekomendasi persetujuan pada 2021.
Strategi ketiga adalah penerapan waterflood atau enhanced oil recovery (EOR). Fokus utama diarahkan ke Wilayah Kerja Rokan, antara lain menyelesaikan Chemical EOR Minas Tahap 1 pada awal 2022, mengevaluasi kembali POD yang ada serta proyek injeksi uap seperti NDD-14 dan Duri Ring, serta melakukan penyaringan dan pemeringkatan rencana EOR di Indonesia dengan dukungan konsultan EOR internasional. SKK Migas juga melanjutkan uji coba EOR polymer dan surfaktan di lapangan secara masif.
SKK Migas menyebut komitmen kerja pasti EOR total sebesar 446 juta dolar AS. Program tersebut mencakup 23 proyek EOR yang ditargetkan onstream hingga 2030 dengan penggunaan stream polymer/surfactant dan CO2. Lapangan Minas disebut menjadi penopang utama strategi EOR dengan tambahan produksi sekitar 52 ribu bopd pada 2030. Saat ini, 23 lapangan berada pada tahap studi, satu lapangan pada tahap uji lapangan (field trial), dan satu lapangan dalam pembahasan POD.
Strategi keempat adalah eksplorasi. SKK Migas menargetkan pelaksanaan dan penyelesaian program kerja dan anggaran 2021 melalui 43 sumur eksplorasi serta survei seismik. Strategi eksplorasi jalur cepat juga disiapkan melalui program insentif. Sejumlah program eksplorasi besar pada 2021 meliputi Pseudo 3D Reprocessing seluas 270.000 km2 yang disebut terbesar di Asia Tenggara, seismik subvolcanic vibroseis 1.000 km yang disebut terpanjang di Indonesia, serta survei FTG udara seluas 106.000 km2 yang disebut terbesar dalam sejarah Indonesia. Selain itu, dilakukan reprocessing data seismik 2D Wilayah Kerja Jambi Merang yang direncanakan tersedia untuk investor pada November 2021, serta penyusunan strategi untuk sumber daya migas nonkonvensional.

