Jakarta — Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi tambahan penghasilan yang umumnya diterima menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dana ini kerap digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja persiapan Lebaran, mudik, hingga berbagi dengan keluarga.
Namun, THR juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki kondisi keuangan. Tanpa perencanaan, uang THR sering habis dalam waktu singkat tanpa memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, perencanaan keuangan saat menerima THR dinilai penting agar dana tambahan tidak seluruhnya terserap untuk konsumsi, melainkan turut mendukung tujuan finansial ke depan.
Sejumlah perencana keuangan umumnya menyarankan agar THR tidak digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan konsumtif. Sebagian dana disarankan dialokasikan untuk tabungan dan investasi guna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Dengan pendekatan ini, THR tidak hanya memberi manfaat sesaat saat Lebaran, tetapi juga dapat menjadi langkah awal menuju kondisi keuangan yang lebih stabil.
Salah satu strategi yang banyak dipilih masyarakat adalah mengalokasikan sebagian THR ke instrumen yang relatif stabil, seperti emas. Emas dikenal sebagai aset yang cenderung tahan terhadap inflasi dan kerap dijadikan pilihan untuk menjaga nilai uang dalam jangka panjang.
Untuk memulai investasi emas, salah satu opsi yang tersedia adalah Tabungan Emas Pegadaian. Produk ini memungkinkan masyarakat menabung emas dengan nominal terjangkau. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, pengguna dapat membeli emas mulai dari Rp10 ribu dan menyimpannya dalam bentuk saldo emas. Saldo tersebut dapat dicetak menjadi emas fisik, didepositokan, atau digadaikan sesuai kebutuhan.
Model investasi ini disebut cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi tanpa menyiapkan dana besar di awal. Prosesnya juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, yang menyediakan akses informasi dan layanan tabungan emas.
Dengan memanfaatkan momen THR secara lebih terencana, dana tambahan yang diterima menjelang Lebaran dapat diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan keuangan di masa depan.

