BERITA TERKINI
THR Lebaran Tak Sekadar ‘Numpang Lewat’, Ini 5 Strategi Mengelolanya Agar Keuangan Tetap Stabil

THR Lebaran Tak Sekadar ‘Numpang Lewat’, Ini 5 Strategi Mengelolanya Agar Keuangan Tetap Stabil

THR kerap menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Saldo rekening bertambah, lalu rencana pengeluaran pun bermunculan, mulai dari membeli baju baru, mengirim hampers, mudik, hingga mentraktir keluarga.

Namun, kebahagiaan itu sering tidak bertahan lama. Setelah Lebaran, tidak sedikit yang baru menyadari uangnya habis tanpa terasa, seolah hanya “numpang lewat”. Persoalannya, sering kali bukan karena jumlah THR yang kurang, melainkan karena tidak adanya rencana pengelolaan sejak awal.

Chief Client and Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengatakan THR merupakan kesempatan langka sebagai pemasukan tambahan di luar gaji rutin yang dapat memperbaiki kondisi keuangan bila dikelola dengan tepat. Karena itu, ia menilai penting untuk mengalokasikan THR sejak awal agar kondisi finansial tetap sehat setelah Idulfitri.

“Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru ’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” kata Maika dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.

Berikut lima strategi sederhana yang dapat diterapkan untuk membagi THR agar keuangan tetap stabil setelah hari raya.

1. Prioritaskan kewajiban dan berbagi (10–15 persen)
Langkah awal yang disarankan adalah menyisihkan THR untuk kebutuhan seperti zakat fitrah (setara Rp50 ribu per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga. Selain menjalankan kewajiban, alokasi ini dinilai dapat membantu mengontrol pengeluaran agar lebih bijak.

2. Lunasi utang dan cicilan (10–20 persen)
Penggunaan paylater atau kartu kredit dapat terasa ringan setiap bulan, tetapi berisiko menumpuk tanpa disadari. Mengurangi beban utang dengan THR dapat membuat kondisi keuangan lebih lega setelah Lebaran.

3. Alokasikan kebutuhan Lebaran (40–50 persen)
Kebutuhan seperti mudik, makanan khas, angpao, dan pakaian baru tetap menjadi bagian dari momen kebersamaan. Namun, pembatasan anggaran disebut penting agar pengeluaran tidak melebar.

4. Amankan dana darurat dan tabungan (10–20 persen)
Sebagian THR dapat dialokasikan untuk dana darurat atau instrumen yang likuid, seperti emas, tabungan syariah, atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Dana ini dapat membantu ketika muncul kebutuhan mendadak setelah Lebaran.

5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan
Tabungan dapat melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan bisa mengurasnya dengan cepat. Dalam konteks ini, perlindungan finansial dipandang sebagai bagian dari perencanaan untuk menghadapi kemungkinan biaya besar, seperti operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan.

Maika menambahkan, THR pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan keluarga bila dibagi secara terencana, mulai dari kewajiban agama, pelunasan utang, kebutuhan Lebaran, tabungan, hingga perlindungan.

“THR sejatinya adalah kesempatan langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan membaginya secara cerdas untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, membangun tabungan, dan melengkapi perlindungan, Anda memastikan bukan hanya Lebaran yang meriah tetapi juga masa depan yang lebih tenang,” ujarnya.