Isu Perang Dunia III seiring memanasnya konflik di Timur Tengah membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, terutama saat menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang kemudian dapat menekan berbagai komponen biaya, termasuk energi dan transportasi.
Dampak lanjutan dari kenaikan harga minyak dapat merembet ke perekonomian secara luas, antara lain melalui potensi kenaikan harga bahan bakar serta biaya logistik. Kondisi itu pada akhirnya bisa memengaruhi harga barang dan jasa.
Financial Planner sekaligus CEO dan Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, mengatakan situasi geopolitik yang memanas perlu menjadi pertimbangan masyarakat dalam mengelola keuangan rumah tangga. Ia menilai kenaikan harga minyak mentah dan penguatan dolar AS dapat memicu tekanan pada berbagai harga di dalam negeri.
“Dengan memanasnya perang dan kita tahu semua harga minyak mentah juga sudah naik (sekarang 86) dan dollar juga sempat naik menyebabkan kemungkinan kenaikan harga BBM (bensin, solar dll). Ditambah di dalam negeri kita akan merayakan Lebaran, yang mana biasanya harga mengalami kenaikan,” ujar Melvin kepada Bloomberg Technoz, Selasa (10/3/2026).

