PT Bank Mandiri Tbk terus memperluas jangkauan layanan keuangan melalui jaringan Mandiri Agen, layanan perbankan tanpa kantor cabang yang menggandeng pelaku usaha mikro dan kecil. Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan perbankan, terutama di wilayah yang belum terjangkau kantor bank.
Melalui Mandiri Agen, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pembukaan rekening tabungan. Agen juga dapat memberikan informasi serta rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan mikro.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengatakan jaringan agen menjadi salah satu cara perseroan memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. “Program Mandiri Agen kami jalankan bersama pelaku usaha di masyarakat untuk memperluas akses layanan perbankan dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di daerah yang belum memiliki kantor cabang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).
Hingga Januari 2026, jumlah Mandiri Agen tercatat mencapai 112.650 agen, meningkat sekitar 12% secara tahunan (year on year/YoY). Seiring dengan itu, jumlah agen yang aktif menggunakan aplikasi Mandiri Agen mencapai sekitar 81.000 agen, naik 28% YoY.
Bank Mandiri menyebut aplikasi Mandiri Agen menyediakan fitur transaksi yang lebih lengkap dengan proses yang lebih cepat dibandingkan perangkat EDC Mini ATM.
Peningkatan pemanfaatan layanan juga tercermin dari aktivitas transaksi. Pada Januari 2026, frekuensi transaksi Mandiri Agen mencapai 2,34 juta transaksi, tumbuh 44% YoY. Adapun nilai transaksi meningkat 89% YoY menjadi lebih dari Rp 3,5 triliun.
Saptari menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan layanan perbankan berbasis agen semakin dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan keuangan sehari-hari. “Pertumbuhan transaksi menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan layanan agen untuk berbagai kebutuhan keuangan,” katanya.
Dari sisi penghimpunan dana, Mandiri Agen juga berkontribusi pada perluasan basis nasabah. Hingga awal 2026, jaringan ini telah melayani sekitar 3,4 juta nasabah dengan total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 22,9 triliun. Bank Mandiri menyatakan jaringan agen masih akan terus dikembangkan untuk memperluas akses layanan keuangan di berbagai daerah.

