Gejolak perang di Timur Tengah dinilai berpotensi memicu tekanan ekonomi global, terutama melalui kenaikan inflasi dan suku bunga di berbagai negara. Kondisi tersebut dapat berdampak pada biaya hidup dan biaya pendanaan, termasuk bagi pelaku usaha.
Meski demikian, pengalaman dari berbagai krisis sebelumnya menunjukkan bahwa sektor usaha mikro yang bergerak di bidang pangan dan kebutuhan dasar kerap tetap bertahan. Aktivitas usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat membuat sektor ini sering menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional ketika situasi ekonomi bergejolak.
Di tengah ketidakpastian akibat konflik, ketahanan usaha mikro berbasis pangan dan kebutuhan dasar dipandang sebagai salah satu faktor yang membantu menjaga daya tahan ekonomi, meski risiko inflasi dan suku bunga yang meningkat tetap perlu diwaspadai.

