Pasar keuangan global kembali bergejolak setelah Donald Trump menyampaikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat akan menggempur Iran “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan tersebut meredam harapan pelaku pasar yang sebelumnya menanti sinyal meredanya konflik dan kemungkinan berakhirnya perang.
Reaksi cepat terlihat di pasar saham. Indeks saham berjangka Amerika Serikat melemah, sementara indeks saham Asia Pasifik memperlebar penurunan hingga 1,7% sesaat setelah pidato Trump dimulai. Bursa Korea Selatan dan Jepang tercatat memimpin pelemahan di kawasan.
Di saat yang sama, investor cenderung kembali mengambil posisi defensif. Indeks dolar Bloomberg naik 0,3% seiring meningkatnya minat terhadap aset yang dinilai lebih aman dalam kondisi pasar yang menghindari risiko.