Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat menempati peringkat kedua tertinggi di antara negara-negara G20.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat memberikan laporan resmi dalam acara Indonesia Economic Outlook yang dihadiri Presiden di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (13/2). “Namun Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua. Sesudah India yang 7,4 (%),” kata Airlangga.
Airlangga memaparkan, kondisi ekonomi global masih dibayangi tantangan. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan stagnan di sekitar 3% berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Sementara itu, perdagangan global diperkirakan turun ke level 2,4%.
Di tengah perlambatan tersebut, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan (year-on-year) sebesar 5,11%. Airlangga menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan kenaikan 4,98%. Menurutnya, kebijakan stimulus turut menjaga daya beli masyarakat, terutama pada periode hari besar keagamaan.
“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat dari pada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain konsumsi, belanja modal pemerintah juga mengalami lonjakan. Airlangga menyebut peran belanja modal efektif sebagai peredam kejut ketika ekonomi global melambat. “Investasi tumbuh signifikan 5,09% dan belanja modal pemerintah, ini juga luar biasa, tumbuh 44,2%,” ungkapnya.
Airlangga menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang dinilai solid itu diikuti perbaikan sejumlah indikator kesejahteraan. Tingkat kemiskinan disebut turun menjadi 8,25%, sementara pengangguran terbuka menyusut ke 4,74%.
Pemerintah, kata Airlangga, memastikan arah kebijakan tetap sejalan dengan rencana kerja pemerintah, dengan fokus pada kedaulatan pangan dan transformasi ekonomi. “Momentum ini sangat sesuai dengan tema daripada rencana kerja pemerintah yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia maju,” paparnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4% hingga 5,6%. Target tersebut direncanakan ditopang oleh sektor-sektor prioritas, termasuk manufaktur dan digital.

