BERITA TERKINI
Akademi Keuangan Vietnam Dorong Integrasi AI dalam Pelatihan Keuangan dan Akuntansi

Akademi Keuangan Vietnam Dorong Integrasi AI dalam Pelatihan Keuangan dan Akuntansi

Pameran Penerimaan dan Bimbingan Karier 2026 yang digelar di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi pada pagi 8 Maret menarik lebih dari 20.000 siswa beserta keluarga, meski cuaca dingin dan hujan. Kegiatan ini berlangsung di tengah terbitnya Surat Edaran 06/2026/TT-BGDĐT dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan terkait peraturan penerimaan program pendidikan anak usia dini tingkat universitas dan perguruan tinggi tahun 2026, yang memuat sejumlah ketentuan baru.

Dalam diskusi pada acara tersebut, Dr. Nguyen Van Binh, Sekretaris Komite Partai sekaligus Wakil Direktur Akademi Keuangan, menilai pembaruan aturan penerimaan tahun ini sebagai langkah positif. Menurutnya, ketentuan baru itu membuka lebih banyak peluang bagi calon mahasiswa, memperkuat aspek keadilan dalam seleksi, serta membantu perguruan tinggi memperoleh kelompok pelamar yang berkualitas.

Akademi Keuangan juga mengumumkan rencana pengembangan kampus. Pada 2026, institusi ini akan memiliki tambahan cabang di Kota Ho Chi Minh. Selain itu, pembentukan cabang lain di Hung Yen diharapkan dapat segera diwujudkan dengan basis Universitas Keuangan dan Administrasi Bisnis. Rencana ini ditujukan untuk memperluas akses bagi calon mahasiswa agar tidak harus pergi ke Hanoi, sekaligus memanfaatkan sumber daya pengajar berkualitas dari cabang-cabang tersebut dalam kegiatan akademik.

Di tengah percepatan transformasi digital dan integrasi internasional, serta pelaksanaan Resolusi 57 dan 71 dari Politbiro, Akademi menyusun strategi pembaruan kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan praktik. Salah satu arahnya adalah memasukkan program pelatihan yang berorientasi teknologi, seperti penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang Keuangan dan Akuntansi, serta Ilmu Data.

Dr. Nguyen Van Binh menjelaskan, pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai dasar-dasar Keuangan dan Akuntansi, tetapi juga memiliki keterampilan AI untuk mengolah dan menganalisis data serta relasinya dalam bidang ekonomi dan keuangan. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang memerlukan kombinasi kompetensi bidang dan teknologi.

Pada 2026, Akademi Keuangan menargetkan penerimaan total 6.120 mahasiswa untuk kampus Hanoi dan Kota Ho Chi Minh (di luar rencana cabang Hung Yen) melalui 40 program pelatihan. Selain bidang inti yang telah lama menjadi kekuatan institusi, Akademi menaruh perhatian pada pengembangan spesialisasi yang dianggap relevan dengan era digital, seperti AI di bidang keuangan, Ilmu Data dalam Keuangan dan Akuntansi, Matematika Ekonomi, serta Hukum.

Dari keseluruhan program tersebut, terdapat 15 program sertifikat berorientasi internasional (sebelumnya disebut program berkualitas tinggi) yang disusun mengikuti standar global. Akademi menyatakan akan mempertahankan tiga jalur penerimaan pada 2026, yakni penerimaan langsung sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, penerimaan gabungan, serta penerimaan berdasarkan nilai ujian kelulusan SMA tahun 2026.

Akademi juga menambahkan kombinasi mata pelajaran untuk pendaftaran, yaitu X06 (Matematika, Informatika, Fisika) dan X26 (Matematika, Informatika, Bahasa Asing). Penambahan ini disebut sejalan dengan upaya menarik calon mahasiswa berkualitas untuk mengikuti program yang terkait teknologi dan ilmu data.

Dari total 6.120 kursi untuk program sarjana reguler, kampus utama di Hanoi menyediakan 5.740 kursi, terdiri atas 2.620 kursi untuk program sertifikat internasional, 3.000 kursi untuk program standar, dan 120 kursi untuk program gelar ganda (DDP). Sementara itu, cabang Kota Ho Chi Minh merekrut 380 mahasiswa untuk program sertifikat internasional. Akademi menyebut mahasiswa yang menempuh studi di cabang tersebut akan memperoleh akomodasi asrama apabila diperlukan.