BERITA TERKINI
Akademisi: MBG Berpotensi Tetap Efektif di Tengah Tekanan Ekonomi Global jika Dikelola Transparan

Akademisi: MBG Berpotensi Tetap Efektif di Tengah Tekanan Ekonomi Global jika Dikelola Transparan

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi tetap efektif di tengah tekanan ekonomi global, asalkan dijalankan dengan tata kelola yang transparan, pengawasan yang kuat, serta melibatkan masyarakat.

Menurut Imamudin, MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga untuk membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Ia menilai, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal seperti pada MBG dapat menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Ia juga menyoroti bahwa dampak MBG dapat berbeda-beda di setiap daerah. Perbedaan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam rantai pasok program.

Imamudin menyebut daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Program ini, lanjutnya, bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah akan menjadi terbatas.

Terkait tantangan implementasi, Imamudin menyoroti potensi munculnya praktik rente, yakni pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari program tanpa memberi nilai tambah bagi masyarakat. Ia menilai, jika program dimanfaatkan oleh pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dan tujuan sosialnya, manfaat MBG bagi masyarakat dapat berkurang.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga bisa mengurangi dampak ekonomi yang semestinya dirasakan masyarakat di daerah. Karena itu, Imamudin menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan anggaran untuk memastikan efektivitas program.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan, menurut dia, adalah mengkaji lebih rinci proporsi anggaran yang benar-benar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari daerah setempat. Ia menegaskan, semakin besar penggunaan bahan pangan lokal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dihasilkan bagi masyarakat.