Jakarta—Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Daerah Khusus Jakarta (KAUMY DK Jakarta) menyerukan upaya perdamaian di Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan yang dinilai berpotensi memicu krisis kemanusiaan sekaligus mengguncang stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.
Ketua KAUMY DK Jakarta, Wahyu Sandya Yudha Pangestu, mengatakan eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut, termasuk ketegangan terkait Iran serta konflik berkepanjangan di Palestina, perlu segera diredakan melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan.
“Perdamaian harus selalu menjadi pilihan utama. Upaya meredakan konflik melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan menjadi langkah penting untuk mencegah penderitaan yang lebih besar bagi masyarakat sipil,” ujar Sandya, Minggu (8/3).
Sandya menilai instabilitas di Timur Tengah dapat memengaruhi stabilitas pasar global, jalur perdagangan, hingga harga energi dunia. Dampak berantai dari kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia.
Ia menambahkan, seruan perdamaian itu sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dikedepankan Muhammadiyah dalam merespons persoalan global. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan, hukum internasional, serta peran aktif masyarakat dunia untuk mendorong perdamaian.
Dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap situasi tersebut, KAUMY DK Jakarta menggelar doa bersama untuk perdamaian di wilayah konflik, khususnya Palestina dan Iran. Doa dipimpin Ketua Majelis Tabligh PCM Tanah Abang I, Ustadz Ziyad Muhammad, Lc.
Dalam tausiyahnya, Ziyad mengingatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan meneguhkan komitmen pada nilai keadilan. “Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama serta meneguhkan komitmen dalam membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi alumni UMY yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (8/3). Dalam acara itu, para alumni juga mengadakan buka puasa bersama serta memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang I. Santunan berasal dari donatur yang merupakan alumni UMY.
Dengan tema “Berkah Ramadan: Eratkan Silaturahmi dan Kolaborasi Antar-Alumni”, kegiatan dihadiri alumni UMY yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antaralumni di berbagai bidang.
Sejumlah tokoh alumni turut menyampaikan pandangan mengenai penguatan organisasi alumni, di antaranya sosiolog sekaligus Associate Fellow di IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia Abdullah Sumarhadi, mantan anggota Bawaslu RI periode 2012–2017 Nasrullah, penulis buku sekaligus panitera Mahkamah Konstitusi Hani Adhani, Komisaris PT Jasamarga Tollroad Maintenance Nasaruddin, serta dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Andi Nusawarta.
Abdullah menekankan pentingnya menjaga suasana organisasi yang kondusif agar KAUMY dapat berkembang lebih solid. Ia menilai perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal wajar, namun perlu dikelola secara bijak agar tidak menghambat perkembangan. Ia juga menyoroti perlunya pengembangan career mapping atau pemetaan karier bagi mahasiswa dan alumni UMY agar jalur karier dapat dirancang lebih terarah melalui pengelolaan yang profesional.
Nasrullah menyebut organisasi alumni dapat menjadi ruang jejaring sosial yang saling mendukung perjalanan karier para anggotanya. Ia juga menyinggung peran organisasi kemahasiswaan sebagai salah satu jalur penguatan jaringan sosial sejak masa kuliah.
Adapun Hani Adhani mendorong alumni yang telah mapan untuk membuka ruang bagi lulusan baru agar ekosistem alumni tumbuh saling menopang. “Saya kira kita semua perlu berkolaborasi dan saling membantu, karena teman-teman yunior itu kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi?” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sandya menyampaikan KAUMY DK Jakarta tengah merancang sejumlah inisiatif untuk memperkuat peran organisasi. Salah satunya rencana pembangunan rumah singgah bagi lulusan UMY dari daerah yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan studi. Fasilitas itu diharapkan membantu alumni yang baru memulai perjalanan karier di ibu kota.
Selain itu, KAUMY DK Jakarta juga mengembangkan basis data alumni untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antaranggota. “Ke depan kami berharap jejaring alumni UMY dapat semakin kuat, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga terhubung dengan alumni di berbagai daerah hingga tingkat nasional,” kata Sandya.

