JAKARTA — Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, Jeffrey Thumewa, menyatakan emas masih menjadi pilihan investasi yang dinilai paling terjamin dan menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
“Investasi emas tetap lebih bagus. Karena kadang kala, kalau kita beli barang lain tidak bisa seperti emas yang situasinya bisa naik,” kata Jeffrey usai membuka Jakarta Jewellery Fair 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).
Menurut dia, situasi global yang belum menentu turut memengaruhi stabilitas pasar dan daya beli masyarakat. Namun, tren saat ini menunjukkan potensi kenaikan harga emas, terutama dalam kondisi ketidakpastian. Ia juga menilai daya beli masyarakat terhadap perhiasan masih tetap tinggi.
Untuk mendorong industri, asosiasi disebut aktif merangsang para perajin melalui berbagai kegiatan, salah satunya penyelenggaraan pameran perhiasan yang berlangsung sejak Kamis hingga Minggu (15/2). “Dengan adanya pameran ini, merangsang perajin itu mendesain lebih banyak lagi,” ujarnya.
Jeffrey menambahkan, pameran perhiasan menjadi penentu tren bagi kolektor dan pecinta perhiasan. Tren desain yang diperkirakan diminati tahun ini adalah perhiasan yang tampak besar namun ringan dan terjangkau, serta menciptakan ilusi kemewahan.
Sepanjang 2026, sejumlah pameran perhiasan juga dijadwalkan berlangsung, termasuk Jakarta International Jewellery Fair 2026, Bandung Jewellery Fair 2026, dan Surabaya International Jewellery Fair 2026. Pameran-pameran tersebut bertujuan membuka pasar, menciptakan lapangan kerja, serta mengedukasi masyarakat mengenai emas sebagai barang investasi yang bernilai.

