BERITA TERKINI
AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hari Bumi 2026: Dorong Ekonomi Sirkular dan Literasi Keuangan

AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hari Bumi 2026: Dorong Ekonomi Sirkular dan Literasi Keuangan

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 melalui rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rasamala, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan ini, lebih dari 50 karyawan AXA Mandiri terlibat sebagai relawan.

Dalam kesempatan tersebut, AXA Mandiri mendonasikan komposter serta mengadakan coaching clinic olahraga basket dan futsal bagi siswa SD MI Al-Husna. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Selain berfokus pada isu lingkungan, kegiatan juga diisi dengan sesi literasi dan edukasi keuangan bagi pelaku usaha mikro perempuan serta para ibu di sekitar RPTRA Rasamala. Program ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan keluarga, serta pemahaman mengenai pentingnya perlindungan finansial untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong percepatan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan inovasi, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Ekonomi sirkular mengusung pendekatan 5R, yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengompos), dengan fokus pada pencegahan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Chief Communication Officer AXA Mandiri, Atria Rai, mengatakan kebiasaan memilah dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai dinilai dapat berdampak pada kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekonomi sirkular. Ia juga menekankan penguatan literasi keuangan, khususnya bagi perempuan, sebagai fondasi penting bagi ketahanan ekonomi keluarga.

Pengelolaan sampah yang baik disebut berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung upaya menekan jejak karbon. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan total timbunan sampah nasional pada 2025 mencapai 25,14 juta ton, dengan 40,76% di antaranya berupa sisa makanan.

Atria menambahkan, pengelolaan dan daur ulang sampah yang tepat dapat menekan tingkat pencemaran lingkungan. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk tanaman. Ia menilai langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif dapat memberi dampak lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.