PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) setelah harga saham emiten tersebut mengalami peningkatan kumulatif yang dinilai signifikan. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah cooling down untuk perlindungan investor, khususnya pemegang saham WBSA.
Suspensi diberlakukan mulai Senin, 20 April 2026, pada sesi I di pasar reguler dan pasar tunai. “PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada tanggal 20 April 2026,” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi.
BEI menyatakan penghentian sementara perdagangan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham WBSA. BEI juga mengingatkan pihak-pihak berkepentingan untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.
Sebelumnya, BEI telah mencermati pergerakan saham WBSA pada 16 April 2026 karena terjadi peningkatan harga saham dan masuk kategori saham dengan pergerakan di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat disebutkan berasal dari publikasi pada 10 April 2026 melalui situs BEI terkait pencatatan saham dari penawaran umum. WBSA, perusahaan di sektor logistik, resmi mencatatkan saham perdananya di BEI pada 10 April 2026 dan menjadi emiten pertama yang melantai di pasar modal pada tahun ini.
Pada hari pertama perdagangan, saham WBSA naik 34,5% ke level Rp226 per saham dari harga penawaran Rp168 per saham. Sebelum suspensi diberlakukan, harga saham WBSA dilaporkan telah melonjak 307% ke level Rp685 per saham.
Dalam penawaran umum perdana tersebut, IPO WBSA tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 386,86 kali. Perseroan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp168 per saham, dana yang dihimpun mencapai Rp302,4 miliar.
Menurut informasi yang disampaikan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi perseroan, termasuk rencana akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut guna memperkuat layanan logistik end-to-end, serta belanja modal untuk meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.