Bank Mandiri menegaskan komitmennya mendukung pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan melalui penguatan layanan keuangan digital yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah yang belum terlayani kantor cabang. Melalui ekosistem Mandiri Agen, Bank Mandiri mengintegrasikan layanan perbankan, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat untuk mempercepat inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.
Mandiri Agen merupakan layanan perbankan tanpa kantor dari Bank Mandiri yang dijalankan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM. Skema ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan transaksi perbankan dan layanan keuangan lainnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya perluasan inklusi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Mandiri Agen, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran beragam tagihan. Layanan ini juga mencakup pembukaan rekening tabungan serta akses informasi dan rujukan untuk kredit produktif segmen mikro.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyatakan Mandiri Agen berperan sebagai garda terdepan dalam memperluas akses keuangan dan mendorong aktivitas ekonomi produktif masyarakat. Ia menekankan layanan yang mudah dijangkau, aman, dan andal diperlukan agar setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang.
Saptari juga menyampaikan program tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan kemandirian ekonomi dan pembangunan dari desa sebagai fondasi pertumbuhan nasional. Menurutnya, penguatan peran agen menjadi bagian dari strategi utama perseroan untuk memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang, sekaligus mendukung transformasi digital Bank Mandiri.
“Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat kami bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pada awal 2026, seluruh indikator kinerja utama mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen yang semakin merata hingga pelosok Indonesia,” ujar Saptari dalam keterangan resmi pada Jumat (6/3).
Penguatan layanan ini tercermin dari pertumbuhan jumlah agen yang meningkat 12% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Januari 2026 menjadi 112.650 Mandiri Agen. Pada saat yang sama, adopsi digital melalui aplikasi Mandiri Agen juga meningkat, dengan jumlah pengguna aktif naik 28% YoY menjadi 81.000 agen pada awal tahun ini.
Bank Mandiri menyebut aplikasi Mandiri Agen menawarkan fitur transaksi yang lebih lengkap serta waktu proses yang lebih cepat dibandingkan EDC Mini ATM, sehingga diharapkan meningkatkan pengalaman pelanggan. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya bank menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terlihat dari peningkatan frekuensi dan nilai transaksi. Pada bulan pertama 2026, frekuensi transaksi Mandiri Agen meningkat 44% YoY menjadi 2,34 juta transaksi, sementara nilai transaksi tumbuh 89% hingga melampaui Rp3,5 triliun.
Dari sisi basis nasabah, hingga Januari 2026 Mandiri Agen tercatat memiliki 3,4 juta nasabah dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp22,9 triliun. Bank Mandiri menilai capaian ini mempertegas peran Mandiri Agen dalam memperluas basis nasabah dan kontribusinya terhadap peningkatan inklusi keuangan.
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan terus memperkuat sinergi terintegrasi dalam ekosistem layanannya melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Mandiri Agen diharapkan semakin optimal dalam memperluas akses keuangan yang inklusif, mendorong pemerataan ekonomi, serta menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri.

