BERITA TERKINI
BEI Ajukan Proposal ke MSCI dan FTSE Russell, Dorong Transparansi Kepemilikan dan Aturan Free Float 15%

BEI Ajukan Proposal ke MSCI dan FTSE Russell, Dorong Transparansi Kepemilikan dan Aturan Free Float 15%

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajukan proposal strategis kepada dua penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan daya saing serta daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global, terutama melalui penguatan aspek transparansi dan likuiditas.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan proposal tersebut memuat sejumlah poin yang ditujukan untuk menjawab isu-isu yang menjadi perhatian investor global. Fokusnya mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham serta penguatan ketentuan free float atau porsi saham yang beredar bebas di pasar.

Salah satu usulan utama adalah pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1%. Jeffrey menyebut granularisasi data kepemilikan saham—penyajian informasi kepemilikan yang lebih rinci—telah berada pada tahap final. “Proposal yang sudah kami sampaikan kepada global indeks provider antara lain MSCI dan FTSE. Pertama, terkait dengan pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1%, dan granularisasi data itu sudah pada tahap final,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Selain itu, BEI juga mengusulkan ketentuan batas minimum free float sebesar 15%. Menurut Jeffrey, proses penyusunan aturan tersebut telah rampung pada 19 Februari 2026 dan kini memasuki tahapan internal berikutnya sebelum diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Per tanggal 19 kemarin itu sudah selesai proses rule making rule-nya. Saat ini sudah masuk dalam tahap selanjutnya di internal bursa yang kemudian nanti draft finalnya akan kami ajukan ke OJK sehingga seluruhnya itu masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” katanya.

BEI juga menyiapkan pengungkapan shareholders concentration list secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Saat ini, bursa berada pada tahap final penyusunan metodologi dan standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan proses pengumpulan, verifikasi, dan publikasi informasi berjalan dengan baik. “Oleh karena itu saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP. Nantinya list ini akan disusun oleh komite yang terdiri dari lintas divisi dan lintas SRO,” tutur Jeffrey.

BEI berharap rangkaian proposal ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia melalui peningkatan keterbukaan informasi, perbaikan tata kelola, serta penguatan likuiditas perdagangan. Upaya tersebut juga ditujukan untuk memperkuat posisi BEI sebagai bursa yang mengedepankan transparansi, efisiensi, dan standar internasional.