BERITA TERKINI
BEI dan OJK Susun Ulang Jadwal Indeks Saham Syariah Hijau, Ditargetkan Terbit 2026

BEI dan OJK Susun Ulang Jadwal Indeks Saham Syariah Hijau, Ditargetkan Terbit 2026

Jakarta — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusun ulang jadwal penerbitan indeks saham syariah hijau (green shariah index). Indeks tersebut kini ditargetkan terbit pada 2026, setelah sebelumnya sempat tertunda.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdullah, mengatakan penundaan terjadi karena hasil pengujian (back testing) dinilai belum memuaskan. Ia menyebut pengaturan waktu peluncuran menjadi salah satu pertimbangan, seraya berharap indeks syariah baru berbasis hijau dapat dirilis.

Saat ini, pasar modal Indonesia memiliki lima indeks saham syariah, yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), IDX-MES BUMN 17, dan IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW).

Sepanjang 2025, indeks-indeks saham syariah mencatat kinerja positif. ISSI menguat 43,1%, melampaui kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 22,1%. Sementara itu, indeks JII tercatat menguat 19,4% dan menempati posisi ketiga dari lima indeks dengan peningkatan tertinggi pada 2025.

Untuk 2026, BEI menargetkan penambahan 50.000 investor syariah baru. Hingga Desember 2025, jumlah investor syariah tercatat 217.157 atau naik 28,2% secara year to date, dengan 43.135 di antaranya merupakan investor syariah aktif. Menurut Irwan, target penambahan investor untuk 2026 dinaikkan setelah realisasi tahun sebelumnya melampaui target yang dipatok.

Dari sisi transaksi, nilai transaksi investor syariah pada 2025 mencapai Rp11,2 triliun, mendekati capaian 2021 yang berada di Rp12,4 triliun. Adapun volume transaksi tercatat 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali sepanjang 2025.