Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melemah 63,14 poin atau sekitar 1% pada perdagangan Jumat (27/2/2026) dan ditutup di level 6.244,13. Meski turun pada akhir pekan, Kospi masih mencatat kenaikan 7,5% dalam sepekan terakhir.
Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 1,14 miliar saham dengan nilai transaksi 52,94 triliun won atau sekitar US$36,8 miliar. Jumlah saham yang melemah melampaui yang menguat, dengan perbandingan 625 berbanding 264.
Pelemahan Kospi dipicu aksi ambil untung investor yang melepas saham sektor teknologi dan emiten berkapitalisasi besar lainnya. Analis Kiwoom Securities, Lee Seong-Hoon, menjelaskan sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan setelah reli berlangsung selama enam sesi berturut-turut.
Dari sisi pelaku pasar, investor institusi dan ritel masing-masing membukukan pembelian bersih senilai 491,99 miliar won dan 6,08 triliun won. Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai 6,83 triliun won.
Di jajaran saham unggulan, Samsung Electronics turun 0,69% dan SK Hynix merosot 3,46%. Saham galangan kapal HD Hyundai melemah 1,02%, sementara HMM turun 4,26%.
Di sisi lain, Hyundai Motor melonjak 10,67%. Hanwha Aerospace naik tipis 0,08%. Saham POSCO Holdings menguat 1,35% dan Hyundai Steel meningkat 19,85%.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS. Won ditutup turun 13,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.439,7 won per dolar AS.
Secara regional, sentimen pasar saham Asia cenderung negatif dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,37%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 23,3 poin atau sekitar 0,25% menjadi 9.198,6. Di Asia Tenggara, indeks utama di Thailand, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Malaysia melemah, sedangkan Singapura menguat.
Di pasar Tiongkok, Shanghai Composite naik 16,25 poin atau sekitar 0,39% menjadi 4.162,88. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 276,38 poin atau sekitar 1,05% menjadi 26.657,4.

