Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketimpangan antara ekspor dan impor beras Indonesia masih sangat tinggi pada April 2025. Nilai ekspor beras Indonesia pada April 2025 tercatat hanya 175,4 dolar AS atau sekitar Rp 2.859.081 dengan asumsi kurs Rp 16.300 per dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan volume ekspor beras pada April 2025 hanya 60 kilogram. Adapun tujuan ekspor beras tersebut adalah Uni Emirates Arab, Malaysia, dan Belanda.
Impor beras Januari–April 2025
Di sisi lain, BPS mencatat impor beras Indonesia pada periode Januari hingga April 2025 mencapai 119,10 ribu ton. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan ekspor beras pada April 2025.
Berdasarkan data BPS, rincian impor beras pada Januari–April 2025 meliputi:
- Beras setengah giling utuh (HS10063099) sebesar 69,75 ribu ton (58,56 persen).
- Beras pecah untuk pakan ternak (HS10064090) sebesar 48,55 ribu ton (40,76 persen).
- Beras basmati dan beras setengah giling yang dipoles atau diglasir (HS20063050) sebesar 740 kg (0,62 persen).
Negara asal impor terbesar
Pudji menyebut Thailand menjadi negara asal utama impor beras Indonesia pada Januari–April 2025 dengan volume 30,23 ribu ton atau 25,39 persen dari total impor.
Negara pemasok berikutnya adalah India sebesar 26,78 ribu ton (22,49 persen), Vietnam 25,05 ribu ton (21,03 persen), Myanmar 18,64 ribu ton (15,65 persen), dan Pakistan 18,38 ribu ton (15,43 persen).

