BERITA TERKINI
BSI Catat Transaksi Remitansi Rp116 Triliun hingga Akhir 2025, Tumbuh 9 Persen

BSI Catat Transaksi Remitansi Rp116 Triliun hingga Akhir 2025, Tumbuh 9 Persen

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat nilai transaksi remitansi mencapai Rp116 triliun hingga akhir 2025. Capaian tersebut berasal dari 1,8 juta transaksi dan tumbuh 9 persen secara tahunan (year on year).

BSI menilai kinerja ini menegaskan perannya dalam memfasilitasi aliran dana dari pekerja migran Indonesia (PMI) di berbagai negara. Pertumbuhan transaksi didorong oleh penguatan jaringan layanan di luar negeri serta program peningkatan literasi keuangan bagi PMI.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan, ekspansi jaringan dilakukan di 14 negara dengan dukungan lebih dari 30 mitra global. Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan layanan perbankan syariah di kalangan PMI, dengan Malaysia menjadi salah satu pusat transaksi terbesar yang menjadi fokus pengembangan.

Pada awal 2026, BSI juga bersinergi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur untuk menyelenggarakan program literasi keuangan bagi PMI. Program ini mencakup pengelolaan keuangan, investasi tabungan emas, serta pengiriman devisa ke Indonesia melalui superapps BYOND by BSI.

Selain perluasan jaringan, BSI menerapkan pendekatan dua jalur untuk pengelolaan arus dana PMI, yakni strategi business to business (B2B) dan business to customer (B2C). Strategi B2B diarahkan untuk meningkatkan volume remitansi melalui kemitraan, sementara strategi B2C ditujukan untuk mendorong aktivasi dan penggunaan layanan digital di kalangan nasabah migran.

Layanan remitansi BSI saat ini tersedia di Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia. Anton menekankan remitansi tidak hanya berfungsi sebagai transaksi keuangan, tetapi juga dinilai berperan sebagai penggerak ekonomi daerah melalui aliran dana yang masuk ke berbagai wilayah di Indonesia.