BERITA TERKINI
FEB UB Perkuat Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran di Malang

FEB UB Perkuat Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran di Malang

Bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi kerap menjadi impian banyak orang. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pendapatan tersebut berisiko habis untuk konsumsi, bahkan memunculkan fenomena pekerja migran yang pulang tanpa tabungan. Kondisi ini menjadi perhatian akademisi Universitas Brawijaya (UB) melalui penguatan literasi finansial bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Dr. Himmiyatul Amanah Jiwa Juwita, menggelar program pembinaan pengelolaan keuangan personal bagi calon PMI pada pekan lalu. Kegiatan ini menyasar calon pekerja yang terdaftar di PT Bina Dinamita Rama, Kota Malang, dengan tujuan membekali mereka keterampilan finansial sebelum bekerja di luar negeri.

Dalam pemaparannya, Himmiyatul menyoroti tantangan utama yang kerap dihadapi PMI, yakni rendahnya pemahaman manajemen uang. Menurutnya, situasi tersebut dapat memicu pengeluaran yang tidak terencana, kecenderungan mengambil utang konsumtif, serta kesulitan menyisihkan dana untuk kebutuhan jangka panjang maupun dana darurat bagi keluarga di tanah air.

Program pembinaan tidak dilakukan melalui penyuluhan satu arah. Peserta dilibatkan dalam diskusi interaktif dan simulasi perencanaan keuangan yang disesuaikan dengan kondisi nyata calon PMI. Materi yang dibahas antara lain penyusunan anggaran bulanan, disiplin menabung, pengendalian utang, serta strategi mengelola remitansi agar dapat diarahkan ke sektor produktif.

Himmiyatul menjelaskan, peserta juga mendapatkan simulasi praktis cara mengalokasikan pendapatan sejak hari pertama bekerja di luar negeri agar hasil kerja lebih terarah pada kebutuhan masa depan.

Efektivitas program dievaluasi melalui penilaian deskriptif terhadap 25 peserta menggunakan kuesioner sederhana berupa pre-test dan post-test. Hasilnya, rata-rata skor pemahaman meningkat dari 55 menjadi 82 setelah pembinaan. Kenaikan 27 poin atau sekitar 49 persen tersebut dinilai menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman calon PMI terhadap pengelolaan keuangan.

Himmiyatul menilai metode interaktif yang menggabungkan ceramah, diskusi kelompok, simulasi anggaran, hingga konsultasi individual lebih tepat sasaran untuk menjawab persoalan rendahnya literasi finansial di kalangan calon PMI.