Bupati Blora Arief Rohman menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora yang digelar di Azana Garden Hill Resort, Minggu (19/4/2026). Dalam forum konsolidasi tersebut, Arief yang juga menjabat Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah menyoroti tren positif sejumlah indikator makro ekonomi daerah selama masa kepemimpinannya.
Merefleksikan satu tahun memimpin Blora bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, Arief menyampaikan bahwa kinerja pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Blora pada 2025 mencapai 5,34 persen, meningkat dibanding 2024 dan disebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, ia menyebut angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 10,68 persen.
Untuk menjaga momentum pembangunan, Arief meminta dukungan dari berbagai elemen, termasuk lintas partai politik. Ia juga menyampaikan harapan agar Muscab PKB menghasilkan keputusan terbaik.
Selain membahas arah organisasi dan daerah, Muscab turut menyoroti peningkatan perolehan suara PKB di Kabupaten Blora pada pemilu terakhir. Ketua DPC PKB Blora Abdul Hakim menyebut partainya meraih 141.870 suara, atau naik sekitar 40 persen dibanding pemilu sebelumnya.
Menurut Abdul Hakim, peningkatan suara tersebut dikonversi menjadi perolehan kursi, yakni 2 kursi DPR RI, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta 11 kursi di DPRD Kabupaten Blora. Ia juga menyampaikan harapan agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Acara ini dihadiri jajaran pengurus dan kader partai dari berbagai tingkatan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Sekretaris DPP PKB sekaligus Sekjen Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, Anggota DPR RI Eva Monalisa, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Abdullah Aminuddin dan Niken Mayasari. Hadir pula perwakilan PCNU Kabupaten Blora serta perwakilan partai parlemen dan non-parlemen se-Kabupaten Blora.
Dalam rangkaian kegiatan, Abdullah Aminuddin yang mewakili Ketua DPW PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah mengingatkan kader agar menjaga muruah partai dan menegaskan PKB harus berkhidmat kepada umat, khususnya Nahdlatul Ulama. Sementara itu, Nur Nadlifah membacakan amanat Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang menekankan pentingnya kader hadir di tengah masyarakat setiap saat, tidak hanya menjelang pemilu. Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa pemimpin dinilai dari kejelasan arah dan keberanian mengambil tanggung jawab.