BERITA TERKINI
Bursa Asia Dibuka Menguat, Sentimen Positif Global Menopang Pasar Kawasan

Bursa Asia Dibuka Menguat, Sentimen Positif Global Menopang Pasar Kawasan

Bursa saham Asia memulai perdagangan pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan mayoritas indeks bergerak di zona hijau. Sentimen risk-on dari pasar global menjadi pendorong utama, seiring penguatan indeks acuan di Eropa dan Wall Street yang memicu optimisme sejak awal sesi.

Di Korea Selatan, perdagangan kembali berlangsung dengan lonjakan tajam. Indeks Kospi dibuka naik 2,76% dan mencetak rekor tertinggi baru, lalu melanjutkan penguatan 2,83% ke level 5.662,91. Indeks Kosdaq turut menguat 0,59%, mencerminkan kenaikan yang relatif merata di pasar domestik.

Penguatan di Seoul juga ditopang saham-saham berkapitalisasi besar. Samsung Electronics naik 4,14%, sementara SK Hynix menguat 1,48%. Arus beli yang dominan menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor, terutama terhadap sektor teknologi.

Sejumlah bursa regional kembali beroperasi setelah jeda libur Tahun Baru Imlek. Namun, pasar Hong Kong dan China daratan masih tutup, sehingga likuiditas kawasan bergerak lebih selektif dengan perhatian investor tertuju pada bursa yang sudah aktif.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat sejak awal sesi. Indeks sempat naik 1,1% dan bertahan menguat 1,09% atau 98,10 poin ke posisi 9.105,10 pada pukul 08.15 WIB, mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi sentimen global dan ekspektasi domestik.

Di Jepang, Nikkei 225 juga bergerak stabil di jalur positif. Setelah dibuka naik 0,52%, indeks menguat 0,88% atau 504,61 poin ke level 57.648,45. Indeks Topix turut naik 0,39%, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap faktor nilai tukar dan kebijakan domestik.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22. Optimisme juga tercermin dari iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang naik 0,45% ke USD17,87 di New York Stock Exchange, mengindikasikan minat investor global terhadap aset Indonesia masih terjaga.

Meski demikian, sejumlah analis menilai ruang kenaikan IHSG secara teknikal mulai terbatas. Pergerakan indeks diperkirakan berada pada rentang support 8.250 dan resistance 8.350, sehingga volatilitas masih berpotensi terjadi meski tren pasar cenderung positif.