BERITA TERKINI
BEI Awasi Pergerakan Saham FUTR usai Penurunan Signifikan, Status UMA Ditetapkan

BEI Awasi Pergerakan Saham FUTR usai Penurunan Signifikan, Status UMA Ditetapkan

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) setelah harga saham perseroan mengalami pergerakan yang dinilai tidak wajar berupa penurunan signifikan.

Dalam keterbukaan informasi, BEI menyatakan penetapan UMA merupakan bagian dari langkah pengawasan terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham FUTR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis manajemen BEI dalam pengumuman resmi, Jumat (13/3/2026).

BEI menegaskan, pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Langkah pengawasan ini, menurut BEI, dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada investor, khususnya pemegang saham FUTR.

Bursa juga menyampaikan bahwa informasi terakhir mengenai emiten tersebut adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek per 10 Maret 2026 yang telah dipublikasikan melalui situs resmi BEI.

Seiring pengawasan tersebut, BEI mengimbau investor mencermati berbagai informasi terkait perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Investor juga diminta memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang mungkin belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, investor diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan transaksi atas saham FUTR.

Pada perdagangan Jumat (13/3/2026), saham FUTR berada di level Rp 220 per saham, turun 4 poin atau 1,79 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, harga saham FUTR sempat bergerak fluktuatif, dengan level tertinggi Rp 246 pada awal perdagangan, lalu melemah hingga menyentuh posisi terendah Rp 218, sebelum kembali bergerak di kisaran Rp 220.