BERITA TERKINI
Bursa Asia Diproyeksikan Dibuka Melemah, Terseret Gejolak Timur Tengah dan Koreksi Wall Street

Bursa Asia Diproyeksikan Dibuka Melemah, Terseret Gejolak Timur Tengah dan Koreksi Wall Street

Bursa saham Asia diperkirakan dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (6/3) pagi. Sentimen negatif mengikuti pelemahan pasar saham dan obligasi Amerika Serikat (AS), yang memperpanjang volatilitas di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada saat yang sama, harga minyak dunia tercatat melonjak dan dolar AS menguat.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan diperdagangkan lebih rendah, sejalan dengan penutupan negatif di Wall Street. Indeks S&P 500 turun 0,6%, dengan hampir seluruh sektor melemah kecuali energi, teknologi, dan konsumsi primer. Kondisi ini mencerminkan upaya investor mencari peluang di tengah tekanan pasar. Sementara itu, Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi terkoreksi 0,3%.

Di sektor semikonduktor, Nvidia Corp membukukan kenaikan tipis meski indeks saham cip secara keseluruhan turun 1,2%. Tekanan di sektor ini muncul setelah laporan Bloomberg News menyebut pemerintah AS tengah mempertimbangkan kebijakan izin khusus untuk penjualan cip kecerdasan buatan (AI).

Perhatian pelaku pasar diperkirakan akan tertuju pada pergerakan saham-saham semikonduktor dalam sesi perdagangan Asia, terutama di Korea Selatan. Saham cip di kawasan tersebut sebelumnya sempat melonjak tajam seiring siklus investasi besar-besaran pada teknologi AI.