Ramadan kerap identik dengan tradisi buka puasa bersama (bukber). Di sisi lain, banyaknya ajakan bukber dapat menambah pengeluaran bulanan tanpa disadari. Tradisi ini juga sering dipandang sebagai momen menjaga relasi dengan kerabat, sehingga sebagian orang merasa sungkan menolak meski kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan.
Karena itu, perencanaan anggaran bukber menjadi penting agar silaturahmi tetap berjalan tanpa membuat keuangan pribadi tekor. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatur anggaran bukber selama Ramadan.
Pastikan kebutuhan utama tercukupi
Sebelum menyisihkan dana untuk bukber, utamakan pemenuhan kebutuhan pokok. Dengan memastikan kebutuhan utama sudah aman, pengeluaran untuk bukber dapat lebih terkontrol dan tidak mengganggu pos penting lainnya.
Seleksi ajakan bukber
Banyaknya undangan bukber dapat membuat pengeluaran membengkak. Menyeleksi ajakan yang datang menjadi salah satu cara menjaga anggaran tetap sesuai kemampuan, terutama ketika kondisi keuangan sedang terbatas.
Alihkan alokasi dana makan siang
Selama Ramadan, pengeluaran makan siang biasanya berkurang karena berpuasa. Alokasi dana yang sebelumnya digunakan untuk makan siang dapat dipertimbangkan untuk dialihkan menjadi anggaran bukber, sehingga tidak menambah beban pengeluaran bulanan.
Hindari menggunakan dana utang
Agar kondisi keuangan tetap sehat, bukber sebaiknya tidak dibiayai dengan utang. Menyesuaikan rencana bukber dengan kemampuan finansial membantu menghindari tekanan keuangan setelah Ramadan.
Dengan menyusun anggaran dan menentukan prioritas, kegiatan bukber tetap bisa menjadi ajang silaturahmi tanpa mengorbankan kestabilan keuangan pribadi.

