Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan menambah pinjaman dalam jumlah besar dalam lima bulan terakhir, mempertebal sorotan terhadap kondisi fiskal negara tersebut. Penambahan utang ini dinilai memperburuk defisit anggaran federal yang sebelumnya sudah membengkak.
Dalam laporan resminya, Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO) menyebut pemerintah AS telah meminjam sekitar USD1 triliun sejak Oktober hingga laporan terbaru diterbitkan. Nilai itu setara sekitar Rp16,9 kuadriliun berdasarkan kurs yang disebut dalam laporan berita.
CBO merupakan lembaga independen yang memantau dan menganalisis implikasi fiskal dari kebijakan pemerintah. Temuan mengenai lonjakan pinjaman tersebut menjadi perhatian karena mencerminkan kebutuhan pembiayaan untuk menutup kesenjangan antara pengeluaran dan pendapatan negara.
Perkembangan ini juga menjadi bagian dari perdebatan politik di Washington terkait arah kebijakan fiskal. Sejumlah analis ekonomi global menaruh perhatian pada dampak jangka panjang dari percepatan penumpukan utang terhadap stabilitas keuangan AS.

