BERITA TERKINI
CFX: Transaksi Derivatif Kripto di Indonesia Berpeluang Salip Pasar Spot

CFX: Transaksi Derivatif Kripto di Indonesia Berpeluang Salip Pasar Spot

PT Central Financial X (CFX) mencatat pertumbuhan signifikan pada perdagangan instrumen derivatif kripto di Indonesia. Meski transaksi pasar spot masih mendominasi, porsi derivatif terus menguat dan diproyeksikan menjadi pendorong utama perdagangan aset kripto domestik, sejalan dengan tren di pasar global.

Presiden Direktur CFX Subani mengatakan minat investor terhadap produk derivatif meningkat pesat meski instrumen ini tergolong baru diluncurkan. Ia menyebut kontribusi derivatif yang sebelumnya berada di bawah 1% kini telah melonjak hingga mencapai sekitar seperlima dari total perdagangan.

“Dahulu pertumbuhannya tidak mencapai 5%, bahkan mungkin tidak sampai 1% dari perdagangan spot. Namun sekarang, posisinya sudah mencapai seperlima dari total perdagangan,” ujar Subani kepada media di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Subani memberi ilustrasi, jika total nilai transaksi kripto mencapai Rp100 triliun, maka sekitar Rp20 triliun di antaranya berasal dari produk derivatif, sementara Rp80 triliun sisanya masih berasal dari pasar spot.

Menurut Subani, salah satu daya tarik utama derivatif adalah fungsinya sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Karakteristik ini dinilai membuat pasar derivatif cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap gejolak harga ekstrem di pasar kripto.

“Saat terjadi koreksi harga di pasar kripto, perdagangan di tempat kami relatif lebih stabil. Produk derivatif tetap diminati oleh para investor untuk mengamankan (hedging) aset kripto mereka melalui kontrak pembelian,” katanya.

Optimisme CFX juga didorong oleh kondisi pasar global, di mana volume perdagangan derivatif umumnya telah melampaui pasar spot. Subani menilai Indonesia berpeluang mengikuti pola tersebut seiring bertambahnya jumlah pedagang yang menawarkan produk derivatif.

Saat ini, dari 25 pedagang aset kripto yang terdaftar, baru lima perusahaan yang secara resmi menyediakan produk derivatif bagi nasabahnya.

“Kami berharap jika ke-25 pedagang ini sudah bermain di derivatif, trennya akan sama seperti global; derivatif akan lebih besar dibanding spot. Karena aset ini bersifat global, kita hampir bisa dibilang mengekor apa yang terjadi di pasar dunia,” ujar Subani.

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah bagi industri. Untuk dapat memperdagangkan produk derivatif, setiap pedagang perlu mengembangkan sistem teknologi yang terintegrasi dengan mesin (engine) milik CFX.

“Proses pengembangan sistem ini membutuhkan waktu. Saat ini beberapa pedagang sedang melakukan pengembangan agar bisa mulai memperdagangkan produk derivatif mereka. Namun, kami sangat optimis melihat perkembangan ke depannya,” pungkasnya.