JAKARTA – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai pasar modal memiliki peran penting sebagai penghubung modal keuangan, terutama dengan pasar keuangan global. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konteks sorotan pasca MSCI dan Moody’s, yang menurutnya mengisyaratkan kondisi pasar modal Indonesia sedang sakit.
Didik menjelaskan, pasar modal dapat dianalogikan seperti sebuah bendungan. Dengan fungsi tersebut, pasar modal dinilai mampu menampung dan menyalurkan aliran dana untuk menggerakkan berbagai kegiatan usaha.
Ia menambahkan, peran serupa juga dapat dilihat pada APBN dan dana pensiun. Menurutnya, ketiga instrumen itu sama-sama menjadi “bendungan” besar yang berpotensi mengairi banyak bisnis melalui penyaluran modal.

