Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUMP) Kota Pontianak menggelar pelatihan pengelolaan arus kas dan penyusunan laporan keuangan secara digital bagi 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak.
Kepala DKUMP Kota Pontianak, Ibrahim, mengatakan pelatihan tersebut melibatkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Borneo Istimewa dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia sebagai mitra pelaksana.
“Pelatihan ini melibatkan 30 peserta, yaitu para pengusaha UMKM yang ada di tiga sektor, pertama fashion kriya, kedua pertanian dan perikanan, ketiga pangan olahan,” ujar Ibrahim usai membuka kegiatan di Ruang Abdul Muis Amin, Kantor Bapperida Kota Pontianak, Senin (9/3/2026).
Menurut Ibrahim, pelatihan yang dikemas dengan nama Pandu Literasi Digital Pelaku Usaha ini diharapkan menjadi wadah bagi UMKM untuk belajar mengelola arus kas serta membuat laporan keuangan secara digital. Ia menilai, perkembangan teknologi dan informasi menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi.
Ia menekankan pelatihan ini berfokus pada digitalisasi pembukuan yang selama ini kerap menjadi kelemahan UMKM, termasuk dalam memisahkan uang pribadi dan modal usaha. Ibrahim juga mengingatkan peserta agar lebih teliti menghitung arus kas, termasuk keuntungan dan kerugian, sehingga keputusan bisnis ke depan dapat lebih akurat berdasarkan kondisi keuangan masing-masing usaha.
Peserta pelatihan merupakan perwakilan UMKM yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Ibrahim juga meminta peserta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pelaku UMKM lainnya.
Selain pengelolaan keuangan, Ibrahim berharap pelaku UMKM dapat terus berkreasi dan berinovasi terhadap produk dan jasa. Ia mengimbau agar pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan internet untuk menarik minat konsumen.
“Manfaatkan digitalisasi ini, promosikan produk dan jasanya lewat Instagram, Facebook, WhatsApp, dan lainnya. Sehingga bisa menarik minat konsumen dalam berbelanja,” kata Ibrahim.
Sumber: infopublik.id

