BERITA TERKINI
DPR Soroti Dugaan Manipulasi Harga Saham, OJK Diminta Selidiki Lonjakan Usai IPO

DPR Soroti Dugaan Manipulasi Harga Saham, OJK Diminta Selidiki Lonjakan Usai IPO

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti maraknya dugaan manipulasi harga saham atau praktik yang kerap disebut “saham gorengan” di pasar modal Indonesia. Isu ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di parlemen, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Melchias Marcus Mekeng, mengungkapkan adanya perusahaan yang baru melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), namun diduga memainkan harga sahamnya di pasar. Ia mencontohkan emiten yang melakukan IPO pada harga Rp200 per saham, lalu disebut naik hingga Rp8.000 dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

“Ada perusahaan yang dia baru go public Rp200, terus naik lagi jadi Rp8.000 dalam waktu 2-3 bulan. Nah ini saya mau tanya, pasti bapak-bapak dan ibu-ibu di OJK sudah tahu, perusahaannya siapa itu? Nah ini perusahaan ini bagaimana?” kata Mekeng.

Menurut Mekeng, reli harga saham emiten pendatang baru tersebut tidak wajar. Ia meminta OJK menyelidiki dugaan permainan saham di balik anomali kinerja harga tersebut.

“Ini nggak masuk akal, tiga bulan harga Rp200 jadi Rp8.000,” ujar Mekeng.