BERITA TERKINI
Dua Katalis Diproyeksikan Mengangkat Pasar Saham Vietnam Usai Tahun Baru Imlek

Dua Katalis Diproyeksikan Mengangkat Pasar Saham Vietnam Usai Tahun Baru Imlek

Sejumlah analis memperkirakan pasar saham Vietnam berpeluang membaik setelah periode koreksi dalam beberapa pekan terakhir, seiring berjalannya musim laporan keuangan. SSI Securities menilai pasar berpotensi pulih setelah tekanan penurunan, dengan mengacu pada pola historis di sekitar periode Tahun Baru Imlek.

Berdasarkan data historis yang dikutip SSI, peluang reli pasar di sekitar perayaan tersebut tergolong tinggi. Probabilitas kenaikan disebut mencapai 87,5% pada pekan sebelum Tết dan 75% dalam dua pekan setelah Tết. SSI menilai kondisi ini membuka peluang investasi pada Februari, sembari mempertahankan skenario dasar target VN-Index tahun ini di 1.920 poin.

SSI menyoroti dua faktor yang dapat menjadi pendorong utama pasar setelah libur panjang. Pertama, Keputusan Nomor 57 yang menetapkan restrukturisasi modal pada 20 perusahaan dan badan usaha milik negara terkemuka di Vietnam. Perusahaan-perusahaan ini disebut memegang infrastruktur nasional inti; apabila restrukturisasi modal memungkinkan organisasi dan individu, baik asing maupun domestik, membeli saham, arus modal ke pasar modal dinilai dapat meningkat signifikan.

Kedua, prospek Vietnam untuk masuk dalam daftar pantauan peningkatan peringkat MSCI pada Juni mendatang dipandang sebagai katalis yang berpotensi mendorong siklus pertumbuhan baru bagi pasar saham Vietnam.

Selain dua katalis tersebut, SSI juga menilai terdapat sejumlah faktor makroekonomi dan sektoral yang dapat berdampak positif pada pasar. Salah satunya adalah tekad mencapai target pertumbuhan PDB 10% pada 2026, yang dinilai memerlukan rangkaian solusi mulai dari mekanisme kebijakan hingga penguatan pasar modal, sehingga aliran dana ke pasar saham berpotensi lebih dinamis.

Dari sisi kondisi ekonomi, SSI menilai situasi makro Vietnam secara umum menunjukkan perkembangan positif, tercermin dari pendapatan dan laba perusahaan tercatat. Perusahaan sekuritas itu menyoroti pertumbuhan laba yang mengesankan pada 2025 serta kinerja kuat pada kuartal IV.

Adapun sektor yang dinilai masih mendapat dukungan dari kebijakan, aliran modal, dan target pertumbuhan PDB meliputi perbankan, real estat industri, konstruksi infrastruktur, bahan bangunan, ekspor makanan laut, ritel, serta sains dan teknologi.

Sementara itu, VNDirect Securities (VND) memperkirakan dalam jangka pendek VN-Index masih dapat menghadapi tekanan penurunan di tengah tanda-tanda melemahnya arus kas menjelang liburan. Indeks diproyeksikan menguji area support sekitar 1.766 poin (±10 poin). Namun dalam jangka menengah, VNDirect memperkirakan arus modal akan membaik dan kembali setelah libur Tahun Baru Imlek, sehingga mendukung pemulihan indeks menuju level resistensi terdekat sekitar 1.940 poin (±10 poin).

Phu Hung Securities memproyeksikan indeks kemungkinan berfluktuasi pada kisaran 1.800–1.830 poin untuk konsolidasi lebih lanjut. Dalam skenario positif, jika permintaan membaik, VN-Index berpeluang memantul menuju resistensi sekitar 1.850 poin. Sebaliknya, support terdekat berada di 1.780 poin; penurunan di bawah level itu dinilai dapat memicu tekanan turun kembali.

Dalam situasi pasar yang masih menguji fase koreksi dan belum menunjukkan sinyal konfirmasi tren yang jelas, investor disarankan mempertahankan saham dengan bobot rata-rata. Pembelian baru dinilai sebaiknya dipertimbangkan ketika likuiditas dan cakupan penguatan pasar membaik lebih luas.

CEO Fakultas Keuangan dan Perbankan Universitas Nguyen Trai, Nguyen Quang Huy, juga menilai setelah Tết permintaan kredit biasanya meningkat seiring dimulainya kembali produksi dan operasional bisnis. Ia menyarankan investor menata ulang portofolio dengan mempertahankan saham berfundamental kuat, memiliki keunggulan kompetitif yang jelas, dan valuasi wajar, sekaligus mengurangi porsi saham dengan tren lemah atau momentum pertumbuhan terbatas.

Huy juga menyarankan alokasi kas fleksibel sekitar 20–40% agar investor dapat memanfaatkan peluang saat pasar terkoreksi tanpa menggunakan leverage tinggi. Selain itu, penggunaan margin sebelum libur panjang disarankan dibatasi karena adanya risiko volatilitas internasional selama periode penutupan pasar.

Terkait sektor, ia menilai konstruksi, infrastruktur, dan material dapat diuntungkan bila penyaluran investasi publik dipercepat. Kawasan industri dan ekspor juga dipandang positif ketika ekonomi global stabil dan arus FDI terjaga. Dalam lingkungan suku bunga yang tidak lagi rendah, ia menyebut saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat cenderung lebih disukai untuk membentuk tren. Ketika pasar stabil dan aliran dana lebih lancar, saham berkapitalisasi menengah dengan prospek pertumbuhan jelas dinilai memiliki peluang. Sementara saham berkapitalisasi kecil disarankan berbobot terbatas mengingat volatilitas dan risiko likuiditas yang lebih tinggi.