Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dinilai menjadi tantangan bagi kelanjutan pembangunan di Kota Balikpapan. Kondisi ini menuntut perencanaan yang matang agar program pembangunan tetap berjalan meski kemampuan fiskal daerah terbatas, terutama di wilayah yang masih membutuhkan percepatan infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Balikpapan Hj Muliati usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan di halaman Balai Kota, Selasa (10/2/2026).
“Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan. Harapannya kondisi keuangan daerah bisa kembali normal, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan merata,” ujar Muliati, legislator Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Balikpapan Barat.
Ia menjelaskan, sejumlah program pembangunan saat ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah akibat adanya pemangkasan di berbagai sektor. Menurutnya, situasi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berdampak pada pelayanan dasar masyarakat.
Selain itu, Muliati menilai Balikpapan memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga sekaligus pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Peran tersebut, katanya, menuntut kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik yang memadai.

