BERITA TERKINI
Ekonomi Tarakan Tumbuh 5,02% pada Triwulan I-2025, Jasa Jadi Penopang Utama

Ekonomi Tarakan Tumbuh 5,02% pada Triwulan I-2025, Jasa Jadi Penopang Utama

Perekonomian Kota Tarakan pada triwulan I-2025 tumbuh 5,02% secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dalam rilis resminya.

Namun, jika dibandingkan triwulan IV-2024, ekonomi Tarakan tercatat mengalami kontraksi 1,78% secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q). Kondisi tersebut mencerminkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi pada awal tahun.

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai perekonomian Tarakan pada triwulan I-2025 mencapai Rp14,38 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp6,88 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tahunan Tarakan terutama ditopang sektor tersier yang tumbuh 8,23%. Sektor ini mencakup berbagai aktivitas jasa, seperti perdagangan, perbankan, layanan kesehatan, pendidikan, dan logistik.

Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi akhir rumah tangga (PK-RT) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,91% (y-on-y). Angka ini menunjukkan konsumsi masyarakat masih menjadi penggerak penting ekonomi kota.

Meski tumbuh secara tahunan, kinerja kuartalan menunjukkan tekanan. Sektor primer—yang meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian—mencatat pertumbuhan 2,19% (q-to-q). Sebaliknya, sektor sekunder yang mencakup industri pengolahan, konstruksi, serta penyediaan listrik dan air mengalami kontraksi 6,01% (q-to-q). Sektor tersier juga terkontraksi 0,90% (q-to-q).

Dari sisi pengeluaran, PK-RT hanya tumbuh 0,09% secara kuartalan. Kondisi ini menggambarkan pelemahan konsumsi pada awal tahun dibandingkan triwulan sebelumnya.

Secara struktur ekonomi, sektor tersier mendominasi PDRB Tarakan dengan kontribusi 60,93% atas dasar harga berlaku. Sektor sekunder menyumbang 25,27%, sedangkan sektor primer berkontribusi 13,80%.

Dalam lingkup Provinsi Kalimantan Utara, Tarakan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 37,63% terhadap perekonomian provinsi pada triwulan I-2025. Pada periode yang sama, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 4,06% (y-on-y), lebih rendah dibandingkan capaian Tarakan.

BPS juga mengelompokkan 17 lapangan usaha PDRB ke dalam tiga sektor utama. Secara tahunan, sektor primer terkontraksi 0,44% (y-on-y), sementara sektor sekunder tumbuh 1,46% (y-on-y), dan sektor tersier mencatat pertumbuhan tertinggi 8,23% (y-on-y). Pada perbandingan kuartalan, sektor primer tumbuh 2,19%, sedangkan sektor sekunder dan tersier masing-masing terkontraksi 6,01% dan 0,90%.

Data tersebut menegaskan peran sektor jasa sebagai penyangga utama ekonomi Tarakan, di tengah kontraksi kuartalan yang terjadi terutama pada sektor sekunder serta perlambatan konsumsi rumah tangga pada awal 2025.