Surabaya – Ketidakpastian ekonomi global masih dirasakan masyarakat Indonesia dan mendorong kebutuhan akan akses pembiayaan yang cepat, aman, serta mudah dijangkau. Dalam situasi ini, layanan gadai di Pegadaian disebut tetap relevan sebagai pilihan memperoleh dana tunai tanpa harus melepas kepemilikan aset.
Pegadaian menilai layanan gadai dibutuhkan lintas generasi karena prosesnya yang cepat. Skema ini kerap digunakan untuk kebutuhan mendesak, mulai dari tambahan modal usaha harian hingga pembayaran biaya pendidikan yang tidak bisa menunggu proses kredit perbankan.
Pengalaman tersebut disampaikan Martini (33), pengusaha gerai minuman teh di Surabaya. Ia mengaku terbantu oleh kebiasaannya berinvestasi emas sejak 2015, baik membeli emas batangan maupun menabung emas di Pegadaian.
“Sejak 2015 saya mulai membeli emas batangan saat ada rezeki lebih. Saya juga menabung emas di Pegadaian. Kebiasaan itu terus berlanjut sampai saya menikah dan punya anak. Kalau ada kebutuhan mendesak, emas yang saya punya bisa saya gadaikan. Setelah ada dana lagi, saya tebus kembali. Jadi kebutuhan tetap terpenuhi tanpa kehilangan investasi,” ujar Martini, Selasa (10/2).
Martini juga menyebut nilai emas yang dikumpulkannya meningkat seiring waktu. Ia mengatakan, kenaikan tersebut membuatnya dan suami mulai merencanakan pembukaan satu gerai usaha lagi dengan memanfaatkan gadai emas yang dimiliki, di samping menyiapkan dana sekolah anak.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyatakan gadai merupakan produk andalan untuk membantu masyarakat yang memerlukan dana cepat. “Gadai menjadi solusi utama saat masyarakat membutuhkan dana cepat. Mereka bisa menggadaikan harta benda yang dimiliki, lalu melunasinya di kemudian hari tanpa harus kehilangan aset tersebut. Layanan gadai Pegadaian bahkan bisa diakses mulai dari pinjaman Rp 50 ribu sebagai bentuk public service obligation dan inklusivitas layanan,” kata Selfie.
Menurut Selfie, dana dari gadai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pegadaian juga menyoroti UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang kerap menghadapi keterbatasan akses modal kerja, sehingga skema gadai dinilai dapat menjadi alternatif modal putar.
Selain layanan reguler, Pegadaian disebut rutin menggelar program Gadai Peduli, yakni layanan gadai bebas bunga dengan pinjaman mulai Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta. Program ini disebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dana mendesak.
Emas menjadi salah satu aset yang banyak digunakan dalam layanan gadai karena dipandang memiliki nilai yang relatif stabil dan dikenal sebagai instrumen investasi safe haven. Dengan menggadaikan emas, nasabah dapat memperoleh dana tanpa harus menjual aset, lalu menebusnya kembali saat kondisi keuangan membaik.
Di sisi lain, Pegadaian juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Tring!. Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Gadai Tabungan Emas, yang memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital tanpa harus datang ke kantor cabang. “Saat ini semakin banyak masyarakat menyadari bahwa emas adalah instrumen investasi yang aman dan likuid. Minat menabung emas di Pegadaian juga terus meningkat. Melalui aplikasi Tring!, masyarakat bisa menabung, menggadai, bahkan mendepositokan emas dengan lebih mudah, kapan saja dan di mana saja,” ujar Selfie.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan layanan gadai membantu masyarakat memperoleh dana cepat sekaligus mempertahankan kepemilikan aset. “Gadai membantu masyarakat tetap memiliki asetnya sekaligus memperoleh dana cepat untuk kebutuhan rumah tangga maupun modal usaha. Pegadaian hadir memberikan rasa aman melalui layanan yang mudah, cepat, dan transparan,” kata Ahmad.
Pegadaian menilai digitalisasi layanan turut memperluas inklusi keuangan, termasuk bagi generasi muda, sekaligus membuka ruang edukasi literasi keuangan seperti penilaian aset dan manajemen risiko. Dengan skema yang disebut transparan serta proses yang mudah, Pegadaian menyatakan akan terus mengembangkan produk dan layanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

