BERITA TERKINI
Harga Emas Dunia Berpeluang Lanjut Menguat, Target Teknikal Mengarah ke Area USD5.232

Harga Emas Dunia Berpeluang Lanjut Menguat, Target Teknikal Mengarah ke Area USD5.232

Harga emas dunia (XAU/USD) masih menunjukkan kinerja solid pada awal pekan, meski pergerakannya sempat berfluktuasi mengikuti perubahan sentimen pasar global. Pada sesi Amerika Utara, Senin, 9 Februari 2026, emas tercatat menguat dan diperdagangkan di kisaran USD5.074 per troy ons, naik sekitar 2,16%.

Penguatan tersebut dikaitkan dengan laporan dari otoritas Tiongkok yang merekomendasikan lembaga keuangan domestik mengurangi eksposur terhadap obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS). Rekomendasi itu muncul di tengah meningkatnya volatilitas pasar obligasi AS, yang kemudian mendorong aliran dana ke aset lindung nilai seperti emas.

Namun, pada sesi awal Asia Selasa (10/2), harga emas sempat terkoreksi ringan dan bergerak di dekat area USD5.035. Tekanan jangka pendek ini terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global serta aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dalam dua hari sebelumnya.

Reli pasar saham, terutama di AS, turut membuat sebagian investor kembali melirik aset berisiko. Indeks S&P 500 dilaporkan memperpanjang penguatannya dan mendekati level tertinggi sepanjang masa, yang dalam jangka sangat pendek mengurangi daya tarik emas.

Meski demikian, analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai koreksi yang terjadi masih bersifat teknikal dan tidak mengubah struktur tren utama. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average, ia menyebut tren bullish XAU/USD masih kuat.

“Harga emas masih bergerak di atas rata-rata pergerakan utama, mencerminkan dominasi buyer yang belum terganggu secara signifikan. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka,” kata Andy dalam analisis hariannya, Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam proyeksi pergerakan hari ini, Andy menyampaikan bahwa jika tekanan bullish kembali berlanjut, XAU/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area USD5.232. Menurutnya, level tersebut menjadi target kenaikan berikutnya yang dinilai realistis dengan mempertimbangkan momentum dan sentimen permintaan emas global.

Ia juga mengingatkan volatilitas tetap tinggi. Jika harga gagal mempertahankan momentum dan koreksi berlanjut lebih dalam, potensi penurunan terdekat disebut berada di sekitar USD4.841 yang berperan sebagai area support penting.

Dari sisi fundamental, ruang penurunan emas dinilai relatif terbatas. Data terbaru menunjukkan Bank Rakyat China (PBOC) kembali menambah cadangan emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Cadangan emas Tiongkok naik menjadi 74,19 juta ons troy murni, yang mencerminkan permintaan struktural kuat dari bank sentral dan menjadi penopang harga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Pelaku pasar juga menanti rilis data ekonomi penting AS, khususnya laporan ketenagakerjaan Januari dan data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI). Ekspektasi pasar memperkirakan penambahan sekitar 70 ribu lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,4%.

Data yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS, yang dilaporkan melemah dengan Indeks Dolar turun ke 96,94. Kondisi ini dapat menjadi tambahan katalis bagi emas, meski imbal hasil obligasi AS yang relatif stabil di sekitar 4,208% masih disebut sebagai faktor yang menahan kenaikan lebih agresif.

Secara keseluruhan, Andy menilai prospek harga emas masih cenderung positif. Kombinasi tren teknikal yang bullish, permintaan bank sentral yang kuat, serta potensi pelemahan dolar AS dinilai menjaga daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai. “Selama volatilitas pasar global dan ketidakpastian kebijakan moneter belum sepenuhnya mereda, emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatannya dalam waktu dekat,” tutupnya.