BERITA TERKINI
IAI Resmikan Indonesia Sustainability Reporting Forum untuk Perkuat Pelaporan Keberlanjutan

IAI Resmikan Indonesia Sustainability Reporting Forum untuk Perkuat Pelaporan Keberlanjutan

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) resmi meluncurkan Indonesia Sustainability Reporting Forum (ISRF) bersamaan dengan penyelenggaraan International Seminar: Reporting Outlook 2026 and Strengthening Sustainability Practices in Indonesia di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

IAI menyatakan ISRF digagas untuk memperkuat ekosistem pelaporan yang terintegrasi dan kredibel. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung kualitas pengambilan keputusan ekonomi, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

ISRF disebut sebagai langkah strategis IAI untuk membangun platform kolaboratif lintas pemangku kepentingan guna memperkuat konsistensi, kredibilitas, dan integrasi pelaporan keberlanjutan di Indonesia.

Ketua ISRF Ignasius Jonan mengatakan forum ini dirancang sebagai convening platform yang mempertemukan regulator, otoritas, pelaku usaha, lembaga keuangan, investor, akademisi, dan profesi untuk menyelaraskan arah kebijakan serta praktik pelaporan keberlanjutan nasional. Menurutnya, penyelarasan tersebut diharapkan mendorong pelaporan keberlanjutan yang lebih terstandarisasi.

“Forum ini diproyeksikan menjadi ruang dialog jangka panjang untuk mengurangi fragmentasi kebijakan, membangun harmonisasi pemahaman, dan mendorong integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi serta tata kelola perusahaan, sejalan dengan target Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060,” ujar Jonan.

Jonan menilai saat ini sudah banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan, namun belum memiliki standar yang sama dan belum ada pihak yang melakukan peninjauan atas laporan-laporan tersebut. Ia mendorong adanya standar bersama dalam bentuk peraturan yang disusun dan disepakati bersama, sehingga dapat diterapkan secara lebih matang pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pemantau Standar Keberlanjutan IAI Rosita Uli Sinaga menyampaikan bahwa tuntutan praktik bisnis berkelanjutan memerlukan informasi keberlanjutan yang andal, konsisten, dan dapat diperbandingkan. Ia menekankan pelaporan tidak lagi dipandang sebatas kewajiban administratif, melainkan fondasi strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperluas akses pembiayaan, dan memperkuat daya saing global perusahaan Indonesia.

Melalui peluncuran ISRF dan penyelenggaraan Reporting Outlook 2026, IAI menegaskan komitmennya menghadirkan ruang dialog strategis yang membahas perkembangan standar serta implikasinya terhadap tata kelola, manajemen risiko, sistem informasi, dan strategi pembiayaan.

Dalam sesi seminar, Director Corporate Outreach IFRS Foundation Neil Stewart memaparkan perkembangan adopsi dan implementasi IFRS Sustainability Disclosure Standards yang diterbitkan International Sustainability Standards Board (ISSB). Ia menyebut hingga 2025 puluhan yurisdiksi telah mengadopsi atau berada dalam proses integrasi IFRS S1 dan IFRS S2 ke dalam kerangka regulasi nasional, mencerminkan konvergensi global menuju standar pengungkapan keberlanjutan yang konsisten, dapat dibandingkan, dan berorientasi pada kebutuhan investor.

ISSB juga menyatakan dukungan terhadap implementasi IFRS S1 dan IFRS S2 melalui penerbitan materi edukatif dan klarifikasi teknis sepanjang 2025, termasuk terkait pengungkapan emisi gas rumah kaca, transition plans, dampak keuangan yang diantisipasi, serta penggunaan panduan berbasis industri.

Selain itu, agenda pengembangan standar lanjutan disebut mencakup isu nature-related disclosures dan riset mengenai human capital sebagai respons atas kebutuhan informasi investor global yang terus berkembang.