JAKARTA — Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), operator bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), resmi menanamkan investasi strategis di bursa aset digital OKX. Investasi tersebut menempatkan valuasi OKX pada level USD25 miliar.
Langkah ini menandai upaya integrasi antara infrastruktur pasar modal tradisional dan teknologi blockchain, dengan tujuan memperluas akses produk keuangan secara global.
Ketua dan CEO ICE Jeffrey C. Sprecher mengatakan kerja sama strategis dengan OKX ditujukan untuk memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE serta mempercepat rencana menghadirkan infrastruktur on-chain dan aset yang ditokenisasi bagi investor di Amerika Serikat.
Kemitraan ICE dan OKX mencakup empat pilar utama. Salah satunya adalah penyediaan akses saham Amerika Serikat yang ditokenisasi serta derivatif yang tercatat di NYSE bagi pengguna OKX. Layanan transaksi saham berbasis teknologi blockchain itu direncanakan mulai diluncurkan pada semester kedua 2026.
Selain investasi modal, ICE juga akan menempati kursi di Dewan Direksi OKX untuk menyelaraskan standar tata kelola serta manajemen risiko institusional. Kolaborasi ini juga mencakup lisensi harga spot mata uang kripto OKX guna mendukung produk futures kripto baru milik ICE, serta pengembangan infrastruktur custody multi-chain generasi berikutnya.

