Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan sesi I, Senin (9/3/2026). IHSG sempat menyentuh level terendah dengan penurunan 5,2% ke posisi 7.156, sebelum memangkas koreksi dan menutup sesi I turun 3,49% atau 264 poin ke level 7.321,07.
Tekanan jual terlihat merata di pasar. Data perdagangan menunjukkan 717 saham turun, 63 saham naik, dan 36 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,94 triliun, dengan volume 31,15 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,61 juta kali transaksi.
Di tengah pelemahan IHSG, investor asing justru membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) di seluruh pasar. Sepanjang sesi pertama, asing mencatat pembelian Rp4,8 triliun dan penjualan Rp4 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar Rp835,8 miliar.
Sejumlah saham yang paling banyak dikoleksi investor asing mencakup saham komoditas, di antaranya Merdeka Copper Gold (MDKA), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), Barito Pacific (BRPT), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan Bumi Resources Minerals (BRMS).
Sementara itu, aksi jual asing terbesar tercatat terjadi pada saham perbankan serta beberapa saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor berada di zona merah dengan koreksi terdalam terjadi pada sektor industri dan konsumer non-primer. Saham-saham berkapitalisasi besar juga menjadi pemberat utama IHSG pada sesi pertama, antara lain BBCA, BYAN, TLKM, BMRI, dan BREN.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen global yang masih bergejolak, termasuk lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu aksi risk-off di pasar keuangan.

