Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas bursa saham Asia kompak bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (9/3/2026). Pelemahan pasar dipicu sentimen negatif dari meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia naik hingga menembus level US$100 per barel.
Pada penutupan sesi I, IHSG berada di posisi 7.321. Indeks kehilangan 264,61 poin atau turun 3,49% dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Tekanan jual terlihat paling kuat pada sektor barang baku, konsumen non-primer, dan perindustrian yang masing-masing terkoreksi 5,54%, 5,24%, dan 4,91%. Pelemahan juga terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 4,57% serta sektor transportasi yang terdepresiasi 4,37%.
Di jajaran saham yang melemah tajam, beberapa emiten tercatat menjadi top losers. Saham PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) jatuh 15%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) turun 14,6%, dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) merosot 14,6%.
Sejalan dengan IHSG, bursa Asia juga melemah. Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) mencatat penurunan terdalam sebesar 6,52%, disusul KOSPI (Korea Selatan) yang turun 6,47% dan NIKKEI 225 (Tokyo) yang melemah 5,71%. Pelemahan turut terjadi pada PSEi (Filipina) 5,41%, TOPIX (Jepang) 4,23%, TW Weighted Index (Taiwan) 3,03%, SETI (Thailand) 2,45%, SENSEX (India) 2,42%, KLCI (Malaysia) 2,19%, Straits Time (Singapura) 1,76%, Hang Seng (Hong Kong) 1,12%, CSI 300 (China) 0,99%, Shenzhen Comp. (China) 0,81%, dan Shanghai Composite (China) 0,81%.

