Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat (6/3/2026) di zona merah. IHSG dibuka melemah ke level 7.669, turun dibandingkan penutupan perdagangan Kamis di posisi 7.710,53.
Di pasar saham, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp293 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI, TLKM, CUAN, BBNI, dan INCO.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan pelemahan pada pembukaan perdagangan ini sejalan dengan perkiraan sebelumnya. “IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” ujarnya.
Menurut Fanny, pergerakan IHSG turut dipengaruhi sentimen bursa global yang bergerak beragam. Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat melemah pada perdagangan Kamis, sementara bursa Asia Pasifik cenderung menguat.
Ia menilai kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik Iran memicu kekhawatiran investor terhadap dampaknya pada ekonomi global. Pada Kamis, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,61 persen, S&P 500 melemah 0,56 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,26 persen.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat menembus USD80 per barel. Kenaikan harga terjadi setelah Iran mengklaim menyerang kapal tanker minyak dengan rudal.
Sementara itu, harga minyak Brent naik hampir 5 persen dan ditutup di level US$85,41 per barel. Di sisi lain, Amerika Serikat disebut berpeluang menerapkan tarif global baru sebesar 15 persen mulai pekan depan.
Di kawasan Asia Pasifik, kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak disebut mulai mereda. Investor juga menaruh perhatian pada pertemuan kebijakan besar di China yang dikenal sebagai “Two Sessions”. Kondisi tersebut membuat mayoritas bursa saham Asia menguat pada Kamis, dengan penguatan dipimpin indeks di Korea Selatan yang disebut melonjak lebih dari 14 persen.

