Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan hari ini, seiring memburuknya sentimen global dan regional di tengah ketidakpastian geopolitik.
Riset Samuel Sekuritas Indonesia yang dimuat di laman samuel.co.id pada Jumat (6/3/2026) menyoroti tekanan dari pasar global setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Kamis (5/3). Dow Jones turun 1,61%, S&P 500 melemah 0,56%, dan Nasdaq turun 0,26%.
Penurunan di AS disebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak menembus USD 80 per barel dan menimbulkan kekhawatiran dampak ekonomi. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,99% menjadi 4,136%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,55% ke level 99,32.
Di pasar komoditas, sebagian besar harga ditutup menguat pada Kamis. Minyak mentah WTI melonjak 8,51% menjadi USD 81,01 per barel dan Brent naik 4,93% menjadi USD 85,41 per barel. Batu bara menguat 1,77% menjadi USD 135,25 per ton, CPO naik 0,67% menjadi MYR 4.207 per ton, sementara emas turun 1,13% menjadi USD 5.082 per ons.
Berbeda dengan AS, pasar saham Asia pada Kamis ditutup menguat. Hang Seng naik 0,28%, Nikkei menguat 1,90%, dan Shanghai naik 0,64%.
Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya mencatat kenaikan 1,76% ke level 7.710,54. Namun, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 210 miliar, dengan rincian Rp -292,9 miliar di pasar reguler dan Rp 82,9 miliar di pasar negosiasi.
Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat pada saham BBRI sebesar Rp 279,9 miliar, disusul TLKM Rp 181,8 miliar, dan CUAN Rp 127,8 miliar. Sementara itu, arus masuk asing terbesar di pasar reguler terjadi pada BBCA Rp 93,9 miliar, diikuti MDKA Rp 88,1 miliar, dan ASII Rp 60,8 miliar.
Samuel Sekuritas juga mencatat sektor dengan kenaikan terbesar pada perdagangan sebelumnya adalah IDXCYC, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada IDXTRANS. Saham dengan pergerakan tertinggi disebutkan antara lain BBCA, BMRI, dan BBRI, sementara pergerakan terendah di antaranya BYAN, BREN, dan FILM.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, KOSPI turun 0,82% dan Nikkei melemah 0,31%. Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan turun di tengah sentimen negatif pasar global dan regional akibat ketidakpastian geopolitik yang berlanjut. Laporan riset tersebut juga menyebut proyeksi pelemahan berlanjut sejalan dengan prospek negatif yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Fitch Ratings.

