Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Proyeksi tersebut disampaikan dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia yang dimuat di laman samuel.co.id pada Kamis (19/2/2026).
Sentimen dari pasar global turut menjadi penopang. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu (18/2), dengan Dow Jones naik 0,26%, S&P 500 menguat 0,56%, dan Nasdaq bertambah 0,78%. Kenaikan S&P 500 disebut dipimpin oleh Nvidia, meski prospek suku bunga dari Federal Reserve masih belum pasti.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 0,61% ke level 4,083%. Sementara itu, Indeks Dolar AS menguat 0,56% menjadi 97,70.
Dari pasar komoditas, mayoritas harga ditutup lebih tinggi pada Rabu (18/2). Minyak mentah WTI naik 4,59% menjadi USD 65,19 per barel, sedangkan Brent menguat 4,35% menjadi USD 70,35 per barel. Batu bara naik 0,91% menjadi USD 122,15 per ton. Emas menguat 2,04% menjadi USD 4.978 per ons, sementara CPO tercatat ditutup.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa pada Rabu (18/2) bervariasi. Nikkei 225 naik 1,02%, sementara indeks Hang Seng dan Shanghai Composite tercatat ditutup.
Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya naik 1,19% ke level 8.310,23. Aktivitas investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 1.442,9 miliar, yang terdiri dari Rp 467,2 miliar di pasar reguler dan Rp 975,7 miliar di pasar negosiasi.
Di pasar reguler, penjualan bersih asing terbesar tercatat pada BUMI sebesar Rp 704,9 miliar, BBCA Rp 175,5 miliar, dan PTRO Rp 1.091,0 miliar. Sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat pada BMRI Rp 664,9 miliar, BBRI Rp 164,9 miliar, dan UNTR Rp 103,7 miliar.
Samuel Sekuritas juga mencatat saham dengan pergerakan paling signifikan adalah BMRI, BREN, dan BBRI. Adapun saham yang disebut mengalami pergerakan paling tertinggal adalah DSSA, BRMS, dan TPIA.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Nikkei 225 dibuka naik 0,69% dan KOSPI menguat 2,81%. Berdasarkan kondisi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan memperpanjang kenaikannya, didukung sentimen positif dari pasar global, komoditas, serta pasar regional yang lebih luas.

